Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Nasir Best Tewas di Pintu Gerbang Gedung Putih, Serangan Ketiga di Area Donald Trump

badge-check


					Nasir Best, 21, tewas di tangan agen keamaban gedung putih, setelah mengekuarkan serentetan tembakan, Minggu pagi WIB, 24 Mei 2026. Foto: rcti
Perbesar

Nasir Best, 21, tewas di tangan agen keamaban gedung putih, setelah mengekuarkan serentetan tembakan, Minggu pagi WIB, 24 Mei 2026. Foto: rcti

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwaeno

KREDONEWS.COM, Washington D.C– Kawasan sekitar Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, kembali bergolak dan menjadi lokasi insiden kekerasan bersenjata pada Sabtu sore waktu setempat, atau bertepatan dengan Minggu pagi, 24 Mei 2026 pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat.

Sebuah rentetan tembakan terdengar jelas di persimpangan 17th Street dan Pennsylvania Avenue, persis di zona pengamanan utama kediaman dan kantor Presiden Amerika Serikat, memicu penguncian total kawasan dan kepanikan luas.

Berdasarkan konfirmasi resmi dari Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) dan pernyataan Departemen Kepolisian Metropolitan Washington, insiden bermula ketika seorang pria berusia 21 tahun, yang kemudian diidentifikasi bernama Nasir Best, terlihat bergerak mencurigakan mendekati garis pembatas keamanan.

Tanpa peringatan lebih lanjut, pelaku diketahui mengeluarkan senjata api dan melepaskan rentetan tembakan ke arah petugas keamanan yang sedang bertugas.

Saksi mata dan rekaman video yang beredar memperkirakan terdengar sekitar 15 hingga 30 kali letusan senjata yang terjadi dalam waktu singkat.

Merespons ancaman nyata tersebut, petugas keamanan segera melakukan tindakan balasan dengan menembaki pelaku.

Nasir Best mengalami luka tembak parah di beberapa bagian tubuh dan langsung dilarikan ke pusat medis terdekat.

Namun, tim medis menyatakan nyawanya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia di perjalanan atau sesaat setelah tiba di rumah sakit.

Dalam pertukaran tembakan yang berlangsung cepat itu, dilaporkan terdapat satu orang warga sipil yang kebetulan sedang melintas di lokasi terkena pecahan peluru atau tembakan nyasar.

Warga tersebut mengalami luka-luka namun dinyatakan dalam kondisi stabil dan tidak mengancam nyawa. Hingga saat ini, belum ada laporan yang menyatakan adanya petugas keamanan yang menjadi korban luka-luka dalam insiden tersebut.

Pihak berwenang dengan tegas menyatakan bahwa pada saat kejadian, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di dalam kompleks Gedung Putih.

Namun, berkat sistem pertahanan berlapis dan respon cepat petugas, beliau dinyatakan AMAN SEPENUHNYA dan tidak berada dalam bahaya langsung.

Segera setelah suara tembakan mereda, seluruh kawasan Gedung Putih, gedung perkantoran sekitar, dan jalan-jalan utama di radius satu kilometer langsung dikunci total atau menjalani prosedur lockdown.

Wartawan yang sedang bertugas di halaman utara Gedung Putih dan para staf yang berada di dalam bangunan diperintahkan untuk segera berlindung di ruangan yang aman dan terkunci.

Berdasarkan penyelidikan awal, Nasir Best diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa yang sudah tercatat dalam dokumen kepolisian.

Ia juga diketahui pernah berurusan dengan hukum terkait upaya mendekati kawasan Gedung Putih secara tidak sah beberapa waktu lalu, dan secara resmi telah dilarang mendekati jarak dekat ke kawasan tersebut. Namun, pelaku tetap nekat datang kembali dan melakukan aksinya pagi ini.

Insiden ini tercatat sebagai kejadian ketiga yang melibatkan ancaman senjata api atau pelanggaran keamanan di sekitar Gedung Putih hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Pihak Secret Service dan kepolisian federal kini sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri motif di balik serangan ini, serta memastikan apakah pelaku bekerja sendiri atau memiliki keterkaitan dengan kelompok tertentu.

Jalan-jalan utama di sekitar lokasi kejadian baru dibuka kembali secara bertahap beberapa jam setelah insiden usai, sementara penyelidikan forensik di lokasi masih berlangsung secara intensif. **

(498 kata) ✅📰

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Trending di News