Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Panggung kecantikan internasional Miss World ke-73 yang digelar di Nha Trang, Vietnam, menjadi saksi bisu kecemerlangan wakil Indonesia, Audrey Bianca Callista.
Perempuan lulusan Hubungan Internasional dari Leiden University ini tidak hanya sukses menembus babak Top 40 di antara ratusan kontestan dunia, tetapi juga menorehkan prestasi gemilang sebagai peringkat pertama regional Asia dan Oseania dalam sub-kompetisi Fast Track Multimedia Award.
Pencapaian ini diraih berkat kepiawaian Audrey dalam mengemas komunikasi digital serta mempromosikan program advokasi sosialnya secara masif ke ranah global, membuktikan bahwa pesona perwakilan Indonesia diperkuat oleh kecerdasan digital yang berdampak nyata.
Di balik gemerlapnya mahkota Miss Indonesia 2025 yang disandangnya, kiprah Audrey di panggung dunia justru berakar kuat pada kepedulian sosialnya terhadap pelosok negeri.
Melalui esensi utama Miss World, yaitu Beauty with a Purpose, Audrey mengusung proyek kemanusiaan mendalam bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang berfokus di wilayah Sumba Paradaya, Nusa Tenggara Timur.
Menyadari ketimpangan akses energi yang masih membayangi wilayah tersebut, Audrey mendedikasikan platformnya untuk menginisiasi instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri bagi masyarakat lokal.
Penggunaan panel surya ini tidak sekadar menghadirkan penerangan fisik di malam hari, melainkan membuka gerbang perubahan bagi anak-anak untuk belajar lebih layak serta menggerakkan roda ekonomi desa yang selama ini terbatas oleh kegelapan.
Melalui sinergi antara prestasi multimedia dan aksi nyata pembangunan PLTS di Sumba, mantan finalis Indonesia’s Next Top Model ini berhasil menunjukkan potret utuh seorang ratu kecantikan modern yang solutif.
Keberhasilannya membawa isu energi terbarukan ke forum internasional tidak hanya memikat hati para juri, tetapi juga memicu perhatian global terhadap pentingnya pemerataan fasilitas dasar di negara berkembang. Langkah nyata Audrey menjadi pembuktian bahwa suara dari atas panggung pageant mampu menjelma menjadi pasokan daya listrik yang mengubah masa depan sebuah peradaban di pelosok nusantara.


























