Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Mesin Brebet, Pakar Otomotif ITS Sorot Metodologi Pengujian dan Dorong Uji Coba Dua Arah

badge-check


					Ilustrasi uji BBM Perbesar

Ilustrasi uji BBM

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Lebih dari sepekan terakhir fenomena motor hingga mobil yang tiba-tiba brebet atau tersedat-sendat usai mengisi bahan bakar (BBM) jenis Pertalite menjadi perbincangan publik.

Walau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina mengklaim hasil uji laboratorium dari beberapa SPBU menunjukan tidak ada yang salah dengan BBM tersebut, publik masih ragu.

Menanggapi hal itu, Profesor Bambang Sudarmanta Dosen Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya buka suara. Menurutnya, fenomena tersebut harus dilihat secara ilmiah dengan mempertimbangkan berbagai faktor penyebab yang mempengaruhi kinerja kendaraan.

“Terkait dengan kejadian pemakaian sepeda motor yang brebet setelah mengisi bahan bakar Pertalite, kita harus mengembalikan semuanya itu pada koridor ilmiah. Performance sepeda motor itu dipengaruhi oleh empat hal; bahan bakarnya, sepeda motornya sendiri, lingkungan, dan juga cara pengendaraannya,” jelasnya saat mengudara di program Wawasan Suara Surabaya, Senin (3/11/2025).

Ketua Science Techno Park (STP) Otomotive itu kemudian menegaskan, jika gangguan disebabkan oleh bahan bakar, maka ada beberapa kemungkinan teknis. Yaitu kualitas bahan bakar tidak konsisten, mengandung air, dan ada pengotor atau kontaminan lain.

Karenanya, Bambang menyoroti metodologi pengujian bahan bakar harus dilakukan dengan benar dan representatif. Contohnya, jika bahan bakar tercampur air, sampel harusnya diambil secara keseluruhan, bukan hanya bahan bakarnya saja.

“Pertalite dan air itu kan tidak bercampur. Jadi bagaimana sampel ujinya bisa mewakili kondisi bahan bakar yang diuji, ini juga membutuhkan metodologi yang tepat. Misalkan karakternya bensinnya di atas, airnya di bawah, terus kita mengambil sampelnya yang atas, berarti itu tidak mewakili kondisi campuran bahan bakar yang ada di tangki atau di SPBU,” jelasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ojol Minta Potongan Komisi 8% Diperluas ke Layanan Delivery

3 Juli 2026 - 18:44 WIB

Kadin Jatim: Perlu Pembahasan Komprehensif RPMK Tembakau

2 Juli 2026 - 19:55 WIB

Ditemukan Gudang Narkotika di Gresik Sindikat Internasional

2 Juli 2026 - 19:10 WIB

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Operasi Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Gresik Berhasil Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Tarif Listrik Juli-Agustus-September Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:23 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWG Berhasil Masuk Rekor Dunia

30 Juni 2026 - 06:05 WIB

Peternak Unjuk Rasa dan Bagi Telur Gratis di Gedung DPRD Jatim

29 Juni 2026 - 20:18 WIB

Trending di Nasional