Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Menteri HAM Temui Pasien Keracunan MBG di Mojokerto, Natalius: Tidak Boleh Jadi Pengalang Proram MBG

badge-check


					Menteri HAM Natalius Pigai turun ke kabupaten Mojokerto, untuk melakukan pemeriksaan para korban kercaunan doto ayam pasokan MBG, Rabu 14 Januari 205. Foto: JTV Perbesar

Menteri HAM Natalius Pigai turun ke kabupaten Mojokerto, untuk melakukan pemeriksaan para korban kercaunan doto ayam pasokan MBG, Rabu 14 Januari 205. Foto: JTV

Penulis: Gandung Kardiyono  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO– Menteri HAM Natalius Pigai memang turun langsung ke Mojokerto pada 14 Januari 2026 untuk menjenguk korban dugaan keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa soto ayam.

Insiden ini melibatkan ratusan siswa, santri, dan guru di Kecamatan Kutorejo, dengan total korban mencapai 411 orang yang mengalami gejala mual, muntah, demam, dan diare setelah mengonsumsi MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 pada 9 Januari 2026.

Pigai menjenguk pasien di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Albarra (Gus Barra).

Ia menekankan perlunya pemulihan psikologis atau trauma healing bagi korban selain pengobatan medis, serta memastikan tidak ada penolakan terhadap program MBG meski insiden terjadi.

Pigai menduga penyebab utama adalah makanan tidak higienis dari SPPG dan mendorong evaluasi total terhadap penyedia MBG oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Saat kunjungan, sekitar 77-140 korban masih dirawat inap di berbagai fasilitas kesehatan, sementara operasional SPPG dihentikan sementara untuk investigasi gabungan melibatkan polisi, Dinkes, dan BGN. Hasil uji lab sampel makanan masih diproses untuk konfirmasi pasti. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpam 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Kekeringan Meluas, BPBD Jatim Catat 14 Kabupaten Berstatus Darurat

20 Juli 2026 - 19:14 WIB

Usaha Rumahan Ikut Didata, BPS Pastikan Bukan untuk Urusan Pajak

20 Juli 2026 - 18:54 WIB

Pengacara Muda Rocky Martin Napitupulu Tewas Terjatuh dari Tingkat 46 Apartemen Mastepiece Jakarta

20 Juli 2026 - 14:08 WIB

Trending di News