Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Menelisik Akar Terorisme (42): Boudicca Bantai Orang Romawi di Tiang Gantungan

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM— Marlow membawa Kurtz yang kini kembali menuju kapal di sungai, sementara, “cinta terhadap kejahatan dan kebencian mengerikan dari misteri yang dirasuki berjuang memiliki jiwa penuh emosi-emosi primitif, di tengah kegemaran atas popularitas yang menipu, atas perbedaan semu, atas semua penampilan dan kekuasaan yang berhasil.”

Tepian sungai membentang monoton melewati kapal kotor perintis perubahan, penaklukan, perdagangan, pembunuhan sekaligus berkat.

Kurtz mati dengan ekspresi putus asa mendalam tanpa daya dalam wajah dan kata-katanya. “Ketakutan! Ketakutan!.”

Buku Conrad, Heart of Darkness (Inti Kegelapan), tetap menjadi analisis terbaik atas carut marut instik dan ketakutan yang ditemukan oleh bangsa Victorian dalam diri mereka sendiri dalam berbagai perjalanan mereka.

Tidak satu pun orang Inggris mampu menyangkal kenyataan bahwa Boudicca memang membunuh penduduk Romawi London di atas tiang-tiang gantungan bersula atau membakar tawanannya dalam tangan orang-orang keji raksasa.

Orang Victoria tidak dimusnakan dari kalangan orang biadab selama berabad-abad. Mereka tidak pernah mencoba memperlihatkan kecenderungan buas dalam diri berkat peraturan-peraturan perilaku yang kaku.

Yang benar, ketakutan yang Kurtz saksikan di pangkalan semua gejolak nafsu dan misi manusiawi adalah – dorongan jahat untuk menjadi dewa sekaligus binatang buas, untuk mengoyak, mengumpulkan barang, membunuh, mendominasi, membiarkan dirinya sebebas-bebasnya, mengejar, memuaskan dan menemui ajal dalam batas-batas kekuasaan nafsu.

Pelarian diri menuju teror dan hutan-hutan kelam Jerman serta inti diri manusia menjadi solusi akhir terhadap keajaiban Eropa seperti Kurtz.

Para pengikut mereka yang lemah dibiarkan hidup agar dapat mengisahkan sedikit kebohongan peradaban serta melupakan ketakutan dalam akar semua tindakan instinktif manusia.

Dengan kata-kata Arthur Rimbaud, penyair dan pengelana di Asia Timur; “Kami percaya racun. Kami tahu bagaimana menyerahkan seluruh diri kami setiap hari. Dan sekarang, sudah tiba waktunya untuk melakukan pembunuhan”. (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Zoom Meeting Wabub Salmanudin dengan OJK, Penilaian Awal TPAKD Award 2025

29 Juli 2026 - 20:44 WIB

Peringatan Harganas 33, Bupati Warsubi dan Istri Peroleh Penghargaan dari Kementrian KPPK/ BKKBN

29 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPK Jatim Temukan Angka Rp554 Juta Bansos Masuk Kantong Pejabat Dispendik Jember

29 Juli 2026 - 16:02 WIB

Kejati Jatim Menahan Satu Lagi Pejabat ESDM, Kasus Pungli Perizinan Barang Bukti Rp14 Miliar Lebih

29 Juli 2026 - 14:17 WIB

Vonis Judol Jaka Purnama Inkracht, Kejaksaan Serahkan Uang TPPU Rp9,05 M ke Kas Negara

29 Juli 2026 - 11:10 WIB

10 Daftar Saham Atas Nama Febrie Adriansyah, Begini Penjelasan Kejaksaan Agung

29 Juli 2026 - 10:07 WIB

Gempa Mag 7.1 Jepang: Dua Lansia Meninggal, Kerusakan Masif Kerugian Rp15 Triliun

29 Juli 2026 - 09:23 WIB

Petrokimia Gresik Tanam 1.000 Bibit Mangrove di PRPM Mangare Bungah

29 Juli 2026 - 08:46 WIB

Gerombolan Mafia Hibah Pemprov Jatim, KPK Menahan M Mahrus Ali Terima Rp83,4 Miliar

28 Juli 2026 - 22:33 WIB

KPK Tahan Mahrus Ali_Dana Hibah Jatim
Trending di News