Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Mahfud MD Bongkar Cara Main Nadiem Makarim, Gojek dan Google!

badge-check


					Mahfud MD mengungkap kasus hukum yang menimpa mantan Mendiknasristek, Nadiem A Makarim, dalam proyek pengadaan Chroomebook, senilai Rp 9.9 triliun. Foto: Tangkap Layar Video Instagram@ak4ii.hyl0s
Perbesar

Mahfud MD mengungkap kasus hukum yang menimpa mantan Mendiknasristek, Nadiem A Makarim, dalam proyek pengadaan Chroomebook, senilai Rp 9.9 triliun. Foto: Tangkap Layar Video [email protected]

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Pro kontra tindakan Kejaksaan Agung menetapkan tersangka sekaligus menahan mantan Menteri Pendidikan dan Ristek, Nadiem A. Makarim. Mas Menteri membela diri, menyatakan tak sepeser pun ada bukti aliran dana kepada dirinya, dalam proyek pembelian chromebook Rp 9,9 triliun untuk pendidikan di Indonesia.

Tetapi tokoh ahli hukum Indonesia, Mahfud MD menjelaskan bahwa sebelum Nadiem Makarim resmi dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem sudah membahas kerja sama dengan Google terkait proyek Chromebook melalui sebuah grup WhatsApp. Bahkan, dalam grup tersebut, Nadiem sudah dipanggil “Mas Menteri” meskipun belum resmi menjabat.

Pernyataan Mahfud MD itu muncul dalam video wawancara yang diunggah di akun [email protected], Kamis dini hari 11 September 2025. Dalam video itu, Mahfud membongkar, mengapa Kejaksaan Agung sudah mempunyai bukti cukup lengkap.

Mahfud menilai hal ini menunjukkan ada indikasi niat atau “Means Rea” dalam hukum pidana karena Chromebook sebelumnya sudah ditolak oleh Menteri Muhadjir Effendi dan dihentikan di Malaysia pada 2019, karena dianggap tidak bermanfaat. Namun, kebijakan itu justru diteruskan oleh Nadiem yang berujung pada masalah hukum.

Jadi, cara main Nadiem dengan Google menurut Mahfud adalah mulai membangun kerja sama lebih dulu secara informal sebelum resmi menjabat, yang menurut Mahfud itu keliru meskipun Nadiem tetap dianggap bersih dari korupsi.

Rencana kerja sama antara Google dan Gojek pada tahun 2025 meliputi kolaborasi strategis yang fokus pada peningkatan pengalaman pemetaan dan navigasi.

Dengan menggabungkan data lapangan real-time dari Gojek dan teknologi geospasial canggih milik Google Maps, kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute pengiriman, mengurangi waktu pengantaran, dan meningkatkan efisiensi operasional bagi pengemudi serta konsumen Gojek.

Selain itu, Google dan Gojek akan memberdayakan mitra pedagang UMKM dengan meningkatkan visibilitas digital mereka melalui Google Maps dan Google Business Profiles, sehingga memudahkan konsumen menemukan dan memesan dari mitra pedagang Gojek, terutama melalui layanan GoFood.

Inisiatif ini juga mendukung pengembangan ekonomi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.

Nilai kerja sama dan investasi yang Google lakukan ke Gojek diperkirakan mencapai sekitar Rp 16 triliun atau setara dengan 1,2 miliar dolar AS.

Investasi ini merupakan bagian dari putaran pendanaan yang melibatkan beberapa investor lain dan bertujuan untuk memperkuat inovasi, meningkatkan ekosistem digital, serta mendukung pengembangan layanan Gojek, khususnya melalui integrasi teknologi Google seperti Google Maps.

Nilai investasi ini juga dianggap sebagai bentuk kepercayaan Google terhadap model bisnis dan manajemen Gojek, serta untuk mempererat kolaborasi strategis antara kedua perusahaan.

Proyek pengadaan Chromebook yang dipimpin oleh Nadiem A. Makarim dengan anggaran sekitar Rp 9,3 triliun sampai Rp 9,9 triliun tersebut mencakup pembelian sekitar 1,2 juta unit laptop.

Proyek ini dilaksanakan pada periode 2019 hingga 2022 dan ditujukan untuk mendukung digitalisasi pendidikan, khususnya bagi anak-anak di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Nilai anggaran secara rinci adalah sekitar Rp 3,58 triliun bersumber dari dana satuan pendidikan, dan sekitar Rp 6,39 triliun berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Bahlil Ungkap CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polres Bangkalan Ungkap Kekerasa Seksual Anak Bawah Umur

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

Trending di News