Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Laporan Knight Frank 2026: Laju Pertumbuhan Orang Super-Kaya Indonesia Nomor Satu Dunia

badge-check


					Pendiri dan Presiden Direktur Bayan Resources Perbesar

Pendiri dan Presiden Direktur Bayan Resources

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Laporan terbaru The Wealth Report 2026 yang dirilis oleh konsultan properti global Knight Frank menegaskan dominasi kekuatan ekonomi baru di Asia Tenggara.

Indonesia resmi menempati peringkat ke-2 di Asia Tenggara dalam hal jumlah populasi orang ultra-kaya (Ultra-High-Net-Worth Individuals/UHNWI), tepat berada di bawah Singapura.

Tercatat, sebanyak 3.833 orang Indonesia masuk dalam kelompok super-kaya ini dengan kepemilikan kekayaan bersih minimal US$30 juta atau sekitar Rp553 miliar per individu.

Tidak hanya unggul dari segi kuantitas absolut di tingkat regional, Indonesia bahkan dinobatkan sebagai negara dengan laju pertumbuhan orang super-kaya tercepat di dunia.

Knight Frank memproyeksikan populasi UHNWI di Indonesia akan melesat hingga 81,7% dalam lima tahun ke depan, menyentuh angka 6.966 orang pada tahun 2031. Laju pertumbuhan eksponensial ini sukses melampaui kecepatan akumulasi kekayaan di negara-negara besar lain seperti Arab Saudi, Polandia, hingga Amerika Serikat.

Melonjaknya jumlah kaum ultra-kaya di tanah air berbanding lurus dengan cengkeraman para taipan Indonesia yang mendominasi panggung miliarder ASEAN.

Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires, panggung orang terkaya di Asia Tenggara secara konsisten dipimpin oleh konglomerat asal Indonesia. Raja batu bara pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, kokoh berada di puncak dengan estimasi kekayaan mencapai US$18,8 miliar.

Posisi papan atas miliarder ASEAN ini juga diramaikan oleh taipan petrokimia dan energi hijau Prajogo Pangestu (Barito Pacific) dengan kekayaan US$17,2 miliar, serta duo bersaudara pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Djarum Group, Robert Budi Hartono dan keluarga.

Kehadiran para raksasa bisnis ini membuktikan bahwa roda perekonomian domestik Indonesia, mulai dari sektor komoditas, infrastruktur digital, hingga industri perbankan, terus bergerak menjadi mesin pencetak kekayaan yang sangat masif di kawasan Asia.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Ayam di Kandang Anjlok Lagi

4 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Komitmen Investasi Rp2,3 Triliun Masuk ke Kawasan Industri Sidoarjo

4 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Harga Pertamax Oktober Tetap Rp 15.950, Wamen ESDM Bilang Begini

2 Oktober 2026 - 20:07 WIB

TPK Hotel di Kota Malang Turun Jadi 42,68% pada Agustus

2 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Pemprov Jatim Gelar Pemutihan Pajak sampai Akhir November 2026

1 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tiga Anggota DPRD di Jatim Ditangkap Polrestabes Surabaya karena Narkoba

30 September 2026 - 19:20 WIB

YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak , Usai Putusan MK

30 September 2026 - 18:59 WIB

Penerbangan Singapura Tersebar ke 17 Kota RI, Ekonomi Daerah Luar Jawa Panen Devisa

30 September 2026 - 18:38 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Rp109.000 per Kg, Telur Ayam di Rp29.500 per Kg

29 September 2026 - 21:08 WIB

Trending di Nasional