Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

KNKT Ungkap Penyeebab Tabrakan KA Argo Bromo Vs KRL, Tak Sebut Taksi

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM. JAKARTA-Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan hasil sementara investigasi terkait penyebab kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan penyebab kecelakaan tersebut bukan berasal dari temperan taksi Green SM atau taksi hijau, melainkan karena adanya anomali persinyalan antara Stasiun Bekasi – Stasiun Bekasi Timur, permasalahan komunikasi, dan ketidakdisplinan pengatur jalur rel kereta api.

“Salah satu penyebabnya sinyal di Stasiun Bekasi yang tidak bisa mendeteksi KA 5568A di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu ada hambatan pencahayaan di sinyal pengulang dan masalah komunikasi turut menjadi penyebab kecelakaan tersebut terjadi,” kata Soerjanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Soerjanto menjelaskan, berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan oleh KNKT dan jajaran lainnya, menunjukkan bahwa sinyal keluar Stasiun Bekasi menunjukkan aspek aman atau lampu hijau menyala. Kemudian sinyal pengulang menunjukkan aspek tidak aman atau lampu garis datar menyala, dan sinyal blok menunjukkan aspek tidak aman atau menyala merah.

Padahal seharusnya, sinyal keluar Stasiun Bekasi menunjukkan aspek hati-hati atau lampu kuning menyala, jika aspek sinyal di depannya masih menunjukan indikator tidak aman atau menyala merah.

Tak hanya itu saja, masinis Argo Bromo Anggrek juga kesulitan untuk melihat aspek sinyal pengulang di petak Stasiun Bekasi – Stasiun Bekasi Timur karena pencahayaannya terhalang oleh cahaya rumah-rumah warga.

“Jadi ini kami mengikut di dalam kabin lokomotif, juga di kabin KRL, kita melihat malam situasinya, jadi masinis kesulitan untuk melihat sinyal pengulang, karena adanya pencahayaan dari lampu-lampu pasar dan rumah di sekitar rel.
Jadi terdapat sumber cahaya dari rumah warga maupun lampu penerangan jalan, dengan intensitas dan warna yang menyerupai aspek sinyal pengulang tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, simulasi ini juga menunjukkan bahwa komunikasi yang digunakan oleh masing-masing masinis kereta api menggunakan radio.

“KA 5181 menggunakan Radio Tait dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan), sedangkan KA 5568A menggunakan Radio Sepura dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan), dan KA 4B menggunakan Radio Lokomotif dan berada di wilayah komunikasi S.1 (PK Timur),” jelasnya.

Dengan simulasi tersebut, KNKT mengungkapkan sementara bahwa adanya anomali persinyalan di Stasiun Bekasi, di mana sinyal keluar Stasiun Bekasi tidak mendeteksi sinyal-sinyal berikutnya dan posisi KA 5568A yang sedang berhenti normal di Stasiun Bekasi Timur.

Selain itu, adanya hambatan di sekitar sinyal pengulang di petak Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur, serta adanya gangguan komunikasi radio di kereta api dan pihak pengatur stasiun menjadi hasil sementara penyebab kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur terjadi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional