Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Kegagalan Sistemik Penyebab Keracunan MBG, M Qodari: Korban Lebih 5.000 Siswa

badge-check


					Kepala Staf Presiden, M. Godari memberikan keterangan pers, terakit dengan kejadian luar biasa keracunan massal di berbagai tempat setelah mengonsumsi makanan dari mintar dapur MBG, Senin 22 September 2025. Foto: istimewa
Perbesar

Kepala Staf Presiden, M. Godari memberikan keterangan pers, terakit dengan kejadian luar biasa keracunan massal di berbagai tempat setelah mengonsumsi makanan dari mintar dapur MBG, Senin 22 September 2025. Foto: istimewa

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Tak tega melihat ratusan anak didik keracunan makanan dari MBG di Jawa Barat. Napasnya tersenggal-sengal,  dadanya naik turun, munctah-muntah. Mereka ditandu, dan dibawa menggunakan tempat tidur roda, dibawa ke puskesmas atau IGD rumah sakit.

Celakanya peristiwa tragis ini terjadi secara merata, sejak pemerintah mulai melaksanakan program Makanan Bergisi Gratis (BGS) dilaksanakn di sebagian besar wilayah negeri ini.

Merespon kejadian tak wajar itu, Muhammad Qodari, Seenin 22 September 205, memberikan rincian data keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai berikut:

Pemerintah sudah melakukan evaluasi dan memperbaiki standar operasional dan sertifikasi kebersihan dapur MBG untuk mencegah kejadian serupa, dengan fokus puncak kasus di Jawa Barat pada Agustus 2025. Rinciannya menyebutkan:

  • Data dari Badan Gizi Nasional (46 kasus, 5.080 korban)
  • Kementerian Kesehatan (60 kasus, 5.207 korban)
  • BPOM (55 kasus, 5.320 korban).

Qodari juga menyebutkan bahwa puncak kejadian keracunan terjadi pada bulan Agustus 2025 dengan penyebaran terbanyak di Provinsi Jawa Barat.

Ia menambahkan empat indikator penyebab keracunan MBG, yakni higienitas makanan, suhu makanan dan ketidaksesuaian pengolahan pangan, kontaminasi silang oleh petugas, dan indikasi alergi pada sebagian penerima manfaat.

Data ini mengindikasikan adanya perbedaan jumlah kasus dan korban pada tiap lembaga, namun secara keseluruhan angka korban berada di kisaran lebih dari 5.000 orang.

Qodari memaparkan empat faktor utama penyebab keracunan makanan MBG, yaitu: Higienitas makanan yang kurang terjaga; Suhu makanan yang tidak sesuai dengan standar; Ketidaksesuaian dalam pengolahan pangan; Kontaminasi silang dari petugas yang menangani makanan; Selain itu, ada indikasi bahwa sebagian kasus keracunan juga disebabkan oleh alergi pada penerima manfaat.

Secara lebih spesifik makanan dari MBG itu mengadung beberapa bakteri yang berbahaya penyebab utama keracunan, yaitu:

Bakteri Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan E. coli ditemukan pada beberapa sampel makanan dan bahan baku seperti tempe goreng, sayuran, dan air yang digunakan untuk memasak.

Jamur Candida tropicalis juga ditemukan dalam beberapa sampel buah melon dan sayuran.

Selain bakteri dan jamur, gejala keracunan yang dilaporkan meliputi diare, muntah-muntah, gatal-gatal di seluruh badan, bengkak wajah, gatal tenggorokan, sesak napas, pusing, dan sakit kepala.

Kasus keracunan massal tersebut diduga seringkali disebabkan oleh kontaminasi makanan, penyimpanan makanan yang tidak optimal, kurangnya higienitas dan pengawasan ketat dalam proses penyediaan makanan MBG.

Salah satu contoh kasus keracunan massal di Kabupaten Banggai Kepulauan diduga berasal dari olahan ikan cakalang yang sudah tidak layak konsumsi.

Pakar juga menyoroti kegagalan sistemik dalam penyediaan, pengolahan, dan distribusi makanan MBG yang menyebabkan keracunan meluas dengan berbagai macam gejala kesehatan pada anak-anak penerima manfaat program tersebut. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemenkeu Incar Pajak dari Rumah Kontrakan dan Properti Sewa pada 2027

6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Tak Ada Demo Besar Buruh di Agustus-September

6 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Tiga Kiriman Narkoba dari Malaysia Libatkan Pilot dan Kopilot, Nilai Rp 127 Miliar

6 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Karhutla Bromo Meluas 80 Hektare, Helikopter dan Drone Diterjunkan

5 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Menelisik Akar Terorisme (45): Orang Mapan Eropa-Amerika Isap Darah Budak

5 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Jumlah Penduduk Miskin RI Berkurang 430 Ribu, Masih Sisa 22,93 Juta Orang

5 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jargas Bantu Rumah Tangga Hemat hingga Rp900.000 per Tahun

5 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Jombang, Bupati Warsubi Copot Hartono sebagai Kepada Bapperinda

5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Ringkus Kopilot Malaysia Bawa Narkoba, Datul Husein Kagum Sekaligus Heran kepada BC dan BNN

5 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Trending di News