Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Kas KPRI Jombang Kosong, Aan Anshori Desak Bupati Warsubi Lindungi ASN Anggota Koperasi

badge-check


					 Aan Anshori, aktivis Jaringan Alumni Santri Jombang (JasiJo),, Foto: celah.id Perbesar

Aan Anshori, aktivis Jaringan Alumni Santri Jombang (JasiJo),, Foto: celah.id

Penulis: Arief H. Sosatyo  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG – Semakin tajam kasus mismanajemen yang menggarah ke pelanggaran aturan dalam pengelolaab Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Jombang.

Pasca pKetua Pengurus  Kepala Bapperida Pemkab Jombang, Hartono, S.Sos., M.M., secara terbuka mengakui kas koperasi kini kosong dan tidak mampu mencairkan simpanan ratusan anggota.

Pengakuan ini sebagaimana dimuat kredonews.com, menyusul keluhan anggota yang sejak April 2026 tak bisa menarik uang simpanan pokok maupun hasil usaha.

“Memang kas koperasi saat ini kosong. Dana sekitar Rp124 miliar milik anggota sudah dibelikan tanah dengan harapan bisa dikapling lalu dijual kembali dengan keuntungan,” ujar Hartono dalam pertemuan dengan perwakilan anggota, Selasa 14 Juli 2026.

Namun ia menjelaskan aturan baru BPN tidak lagi mengizinkan pengkaplingan seperti sebelumnya, sehingga aset tanah belum bisa dicairkan menjadi uang tunai.

Data yang dihimpun menunjukkan dana yang terkumpul mencapai kisaran Rp124 hingga Rp130 miliar, disetor oleh lebih dari 300 anggota yang mayoritas ASN dan pensiunan pegawai lingkungan Pemkab Jombang. Sementara taksasi nilai aset yang belum diaudit hanya sekitar Rp70 miliar.

Tanpa RAT

Anggota mengaku selama ini tidak pernah diajak rapat pembahasan pembelian aset, baru mengetahui fakta tersebut saat hendak mencairkan dana.“Selalu jawabannya kas kosong. Kami baru tahu setelah uang kami tak bisa diambil,” ungkap salah satu anggota.

Sinyal Bahaya Likuiditas

Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LinK) Jombang, Aan Anshori, menilai kondisi ini adalah sinyal bahaya likuiditas yang serius.

“Gagalnya penarikan dana menunjukkan adanya masalah mendasar tata kelola. Apalagi dugaan pengalihan aset tanpa keputusan Rapat Anggota Tahunan, itu kejanggalan yang harus diperiksa tuntas,” tegasnya.

Ia mendesak Bupati Jombang Warsubi turun tangan tegas dan memerintahkan audit menyeluruh.

“Jangan sampai kepercayaan yang sudah terbangun lama dirusak kepentingan oknum. Hak anggota harus dilindungi,” tambahnya.

Aliansi LSM Jombang melalui penasihatnya Wibisono bahkan menilai perbuatan itu patut diduga melanggar tiga undang-undang sekaligus, berpotensi merugikan negara dan anggota.

Kini dugaan penyimpangan sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Jombang yang mulai mendalami indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Belum lagi muncul kabar enam sertifikat Hak Milik yang dibeli dana koperasi diduga atas nama pribadi pengurus, hal yang dibantah Hartono namun belum disertai bukti dokumen resmi.

Sementara itu, pihak Pemkab Jombang melalui Inspektorat dan Dinas Koperasi diharapkan segera merespons.

Anggota berharap ada jalan keluar yang adil, bukan sekadar janji menunggu aset terjual yang nilainya diperkirakan jauh di bawah kewajiban.

“Kami hanya ingin uang kami kembali. Kami sudah melaporkan dan berharap hukum berjalan lurus,” ujar perwakilan anggota.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi koperasi agar senantiasa mengutamakan keputusan bersama, transparansi, dan aturan yang berlaku.

Penegakan hukum yang tegas diharapkan tidak hanya memberi keadilan bagi anggota, tapi juga menjadi peringatan bagi pengurus lembaga serupa untuk tidak menyalahgunakan amanah yang dipercayakan masyarakat.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPBD Jombang Raih Juara I Resilient Marathon dan Penanggulangan Bencana Jatim 2026

25 Juli 2026 - 13:25 WIB

Tim Tabur Meringkus Asep Jamaluddin Saat Transaksi di BCA Jakarta, Penipuam Umrah dan Haji Rp15 M di Pontianak

25 Juli 2026 - 10:07 WIB

Sutrisno Bersyukur Seluruh Pekerja Selamat, Pabrik Pakan Ternak di Mojowarno Ludes Kerugian Rp600 Juta

25 Juli 2026 - 06:24 WIB

Libur Sekolah 2026, Solo dan Malang Tujuan Favorit Baru Wisata

24 Juli 2026 - 20:27 WIB

Menelisik Akar Terorisme (40): Dracula Isap 650 Darah Gadis Belia

24 Juli 2026 - 19:01 WIB

Jamwas Rudi Margono Ancam Hadirkan Paksa Febrie Adriansyah jika Mangkir Lagi

24 Juli 2026 - 18:35 WIB

Perkuat Sinergitas, Empat Pilar Peradilan Pidana Jombang Gelar Olahraga Bersama

24 Juli 2026 - 17:31 WIB

Dea Arronoya Aksi Flexing, Ayahnya Dokter Nevirizal Ajukan Mundur dari Jabatan Asisten Bupati Gayo Lues

24 Juli 2026 - 16:40 WIB

Limbah Tahu Jogoroto Buat Mual Warga dan Ponpes Darul Ulum: Belum Ada Dana Bangun IPAL

24 Juli 2026 - 15:30 WIB

Trending di News