Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Kaget, Prancis Siapkan RS Untuk Rawat Ribuan Tentara pada Maret 2026

badge-check


					Ilustrasi RS, sumber Istimewa Perbesar

Ilustrasi RS, sumber Istimewa

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, PARIS- Prancis tengah mempersiapkan sistem kesehatannya untuk menghadapi kemungkinan harus merawat ribuan tentara yang kembali dari medan tempur. Menteri Kesehatan Catherine Vautrin menyebut langkah ini sebagai tindakan pencegahan.

Dalam surat bertanggal 18 Juli yang ditujukan ke otoritas kesehatan daerah, Kementerian Kesehatan meminta rumah sakit bersiap menghadapi potensi “keterlibatan besar” paling lambat Maret 2026.

Rumah sakit diminta memahami “keterbatasan di masa perang” dan siap merawat baik tentara Prancis maupun asing jika terjadi konflik besar.

Menurut laporan Le Canard enchaîné, rumah sakit harus mampu menangani 15 ribuan tentara yang terluka dari berbagai negara dalam rentang waktu 10 hingga 180 hari. Meski begitu, isi surat tersebut belum diverifikasi secara independen oleh Euronews.

Seorang juru bicara pemerintah menegaskan tugas kementerian adalah mempersiapkan sistem kesehatan menghadapi berbagai ancaman, termasuk epidemi, krisis lingkungan, hingga risiko serangan jahat. Tenaga medis sipil juga diminta siap menerima pasien militer.

Selain itu, Prancis mempertimbangkan membangun pusat medis di dekat stasiun bus, kereta, bandara, dan pelabuhan untuk memfasilitasi pemulangan tentara asing ke negara asalnya.

Dalam wawancara dengan BFMTV, Vautrin menilai wajar bila negara melakukan antisipasi krisis. Ia mencontohkan pandemi COVID-19 yang menunjukkan dampak buruk bila sistem kesehatan tidak siap menghadapi darurat.

“Ini bagian dari langkah antisipasi, sama seperti penyimpanan stok strategis,” kata Vautrin.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Trending di Internasional