Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Jusuf Kalla Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran

badge-check


					Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI. Foto: ist Perbesar

Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI. Foto: ist

Penulis: Mulawarman  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Mantan Wapres Jusuf Kalla menyampaikan duka cita aras meninggalnya ayatollah Ali Khamenei

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memang menyampaikan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

JK menyatakan, “Kita tentu sangat bersedih bahwa pimpinan Iran Ali Khamenei wafat.”

JK mengungkapkan kesedihannya saat ditemui wartawan di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan,  Minggu (1/3/2026).

Ia menyayangkan serangan itu dilakukan di tengah perundingan AS-Iran, menyebutnya tidak sesuai etika diplomatik, dan mengakui adanya pergolakan internal di Iran.

Situasi Iran
JK mencatat Iran terpecah menjadi tiga kelompok besar: pemerintah, reformis, dan pendukung monarki lama Pahlavi, dengan demonstrasi baru-baru ini.

Meski begitu, ia tetap berduka atas kematian Khamenei dan menyerukan Indonesia menghentikan konflik sebagai negara Islam terbesar.

Jusuf Kalla (JK) memberikan analisis mendalam tentang situasi politik Iran dalam pernyataannya pada 1 Maret 2026.

JK mengidentifikasi tiga kelompok utama di Iran: kelompok pemerintah, kelompok reformis yang menginginkan perubahan setelah 39 tahun kekuasaan, serta kelompok pendukung monarki lama Pahlavi.

Ia menyebut demonstrasi besar sebulan sebelumnya menunjukkan pergolakan internal, dan dua kelompok oposisi justru “senang” dengan kematian Khamenei.

Kecam
JK mengecam serangan AS-Israel saat perundingan nuklir Iran-AS sedang berlangsung di Wina, menyebutnya melanggar etika diplomatik, terutama di bulan Ramadan. Ia menyoroti pola agresi AS yang berulang, seperti di Venezuela (penculikan Maduro), Afghanistan, Irak, dan Suriah.

JK memperingatkan lonjakan harga minyak global, gangguan logistik Timur Tengah, dan kesulitan puluhan ribu WNI umrah pulang.

Ia pesimistis Presiden Prabowo bisa mediasi karena ketidakseimbangan kekuatan, tapi minta RI aktif berdamai sebagai negara Islam terbesar.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (56): Tak Usah Dibunuh, agar Bayar Pajak

13 September 2026 - 03:15 WIB

Empat Pria Bertopeng Bakar Warung Mie Babi Sukoharjo, Jodi Sutanto: Kami Siap Buka Kembali

13 September 2026 - 02:40 WIB

Sopir Mengantuk Tabrak Truk di KM 687 Sumo: 4 Penumpang Tewas, 7 lukaluka

12 September 2026 - 12:54 WIB

Petani Lapor Sulit Mendapat Pupuk Subsidi, Menteri Amran Langsung Copot Manajer Gudang Banggai

11 September 2026 - 19:29 WIB

Investasi Jatim Turun 2,6%, Apindo Soroti Kepastian Berusaha

11 September 2026 - 18:59 WIB

Keracunan Massal Pindah ke Lombok Tengah: 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang

11 September 2026 - 17:14 WIB

Lamaran Ditolak, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik 5 Tahun Baru Terkuak

11 September 2026 - 11:34 WIB

Zulhas: MBG, Kita Akui Gagal! Sabar, Kita Perbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 10:54 WIB

Sayembara Bukti Ijazah Gibran Berhadiah Rp10,28 M Ditutup, Denny Indrayana: Dilanjut Gugatan ke MK

11 September 2026 - 09:58 WIB

Trending di News