Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Jubir Satgas PKH Menagih Denda kepada 71 Perusahaan Sawit dan Tambang Senilai Rp 38,6 Triliun

badge-check


					Jubir Satgas PKH menyampaikan ke publik menagish denda kepada 71 perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan sawit untuk membayar denda sebesar Rp 38,6 triliun. Foto: antaranews Perbesar

Jubir Satgas PKH menyampaikan ke publik menagish denda kepada 71 perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan sawit untuk membayar denda sebesar Rp 38,6 triliun. Foto: antaranews

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, pada 8-9 Desember 2025, menyampaikan pengumuman resmi menagih denda kepada  49 korporasi sawit (denda Rp9,4 triliun) dan 22 korporasi tambang (denda Rp29,2 triliun), tanpa nama spesifik.​

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) belum merilis daftar lengkap 71 perusahaan sawit dan tambang yang dikenai denda Rp38,6 triliun secara publik.

Identitas perusahaan kemungkinan dirahasiakan untuk menjaga proses penagihan administratif dan verifikasi keberatan, sesuai prosedur BPKP berdasarkan PP No. 24/2021.

Beberapa korporasi telah hadir dalam pemanggilan, dengan 15 sawit bayar Rp1,7 triliun dan 1 tambang bayar Rp500 miliar, tapi daftar tetap tidak dipublikasikan di media atau situs resmi Kejaksaan Agung.​

Pantau situs resmi Kejaksaan Agung, Kementerian Lingkungan Hidup, atau laporan BPKP untuk kemungkinan rilis daftar di masa depan, karena Satgas PKH terdiri dari 12 kementerian/lembaga yang menangani tagihan bertahap. Hingga 9 Desember 2025, berita nasional tidak menyertakan daftar nama perusahaan.​

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) belum merilis daftar lengkap 49 perusahaan sawit yang dikenai denda administratif Rp9,42 triliun secara publik.

Pengumuman resmi dari Juru Bicara Barita Simanjuntak pada 8-9 Desember 2025 hanya menyebutkan agregat: 15 perusahaan telah bayar Rp1,76 triliun, 5 sanggup bayar Rp88 miliar, dan sisanya dalam proses verifikasi keberatan.​

Identitas spesifik dirahasiakan untuk melindungi proses penagihan bertahap oleh tim gabungan 12 kementerian/lembaga, sesuai PP No. 24/2021 yang direvisi, dengan perhitungan BPKP. Berita nasional hingga 9 Desember 2025 tidak menyertakan nama PT mana pun, berbeda dengan kasus pengampunan sawit sebelumnya yang pernah dipublikasikan daftar 436 perusahaan.​

Pantau situs Kejaksaan Agung, Kementerian Lingkungan Hidup, atau BPKP untuk rilis potensial daftar, karena Satgas PKH menargetkan penerimaan negara Rp5,58 triliun dari pembayaran awal. Daftar lama seperti Wilmar Grup atau Sinar Mas Agro terkait pengampunan 2025 tidak relevan dengan kasus denda ini.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuntut Keadilan, 50 Perwakilan Karyawan PT SGS Unjuk Rasa di Disnaker Jombang

17 Juli 2026 - 21:12 WIB

Runway Bandara Juanda Direvitalisasi, Airbus A380 Ditarget Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah karena Faktor Ekonomi

17 Juli 2026 - 19:53 WIB

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Trending di Nasional