Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Jatuh di Jurang Merapi, Tim SAR Temukan Jasad Aldo Oktawijaya Jerjepit Batu Besar

badge-check


					Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Aldo Oktawijaya, 22, ditemukan terjepit di sebuah batu besar di lokasi 50 meter dasar jurang Gunung Merapi, yang jarang dijamah manusia, Jasad Aldo Oktawijaya ditemukan pada Rabu, 24 Desember 2025, sekitar pukul 14.20-14.30 WIB oleh SRU 20 tim SAR gabungan di dasar jurang Pronojiwo-Sapu Angin, Gunung Merapi, Klaten. Foto: Dok. Tim SAR Gabungan Perbesar

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Aldo Oktawijaya, 22, ditemukan terjepit di sebuah batu besar di lokasi 50 meter dasar jurang Gunung Merapi, yang jarang dijamah manusia, Jasad Aldo Oktawijaya ditemukan pada Rabu, 24 Desember 2025, sekitar pukul 14.20-14.30 WIB oleh SRU 20 tim SAR gabungan di dasar jurang Pronojiwo-Sapu Angin, Gunung Merapi, Klaten. Foto: Dok. Tim SAR Gabungan

PenulisL Adi Wardhono   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KLATEN- Sebanyak sekitar 250 personel tim SAR gabungan menyatakan telah menemukan jasad Aldo Oktawijaya, 22, dalam kondisi kode hitam (meninggal) setelah jatuh ke jurang sedalam lebih dari 50 meter (1.300 mdpl) di kawasan Pronojiwo-Sapu Angin, Gunung Merapi, Klaten.

Pada 24 Desember 2025 pukul 14.20-14.30 WIB, SRU 20 melaporkan penemuan jasad terjepit batu besar di tebing dasar jurang yang jarang dijamah, dengan medan ekstrem berisiko tinggi. Lokasi sulit dijangkau karena vegetasi rapat, tebing curam, dan cuaca buruk, sehingga evakuasi memakan waktu lama.

Evakuasi dilakukan dengan tandu oleh 250 personel dari Polres Klaten, Basarnas, BPBD, TNI/Polri, dan relawan, menempatkan 20 SRU tambahan setelah briefing pukul 06.45 WIB. Jenazah dibawa ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro untuk pemulasaraan sebelum diterbangkan ke Pacitan; operasi SAR resmi ditutup setelahnya.

Komandan SAR Klaten, Irwan Santoso, memberikan keterangan utama terkait penemuan jasad Aldo Oktawijaya sebagai penanggung jawab operasi SAR gabungan.

Ia  menjelaskan bahwa jasad Aldo ditemukan terjepit batu besar di antara tebing dasar jurang pada 24 Desember 2025, dalam kondisi meninggal dunia, setelah pencarian hari ke-4 dimulai pukul 05.30 WIB dengan SRU awal untuk pengamatan titik duga.

Briefing SRU dilakukan pukul 06.45 WIB, dan seluruh personel ditarik pukul 14.54 WIB pasca-evakuasi ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, dengan operasi resmi dihentikan pukul 17.15 WIB.

Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko mengonfirmasi penemuan sekitar pukul 14.30 WIB dan evakuasi jenazah untuk pemulasaraan. Subur dari tim SAR menggambarkan lokasi sebagai jurang lembah jarang dijamah, berbatasan Girpasang.

Disebutkan ada tiga pendaki ilegal dari Pacitan—Rizky, Farhan, dan Aldo Oktawijaya (22)—memulai pendakian melalui jalur Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Gunung Merapi, pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 04.00 WIB, meski status gunung Siaga III.

Timeline Pencarian

  • 21 Desember 2025: Farhan ditemukan selamat di Sapuangin; operasi SAR dimulai dengan tim gabungan Polres Klaten, Basarnas, BPBD, dan relawan.

  • 22 Desember 2025, pukul 10.45 WIB: Rizky ditemukan lemas di koordinat 49 440900 916488 oleh SRU 4 dari Posko ke Pos 2; 7 SRU dengan 80 personel terlibat hari kedua.

  • 24 Desember 2025, pukul 05.30 WIB: Pencarian hari ke-4 dimulai dengan pengamatan titik duga; briefing SRU pukul 06.45 WIB, tambahan 20 SRU, total 250 personel.

Penemuan dan Evakuasi

  • Pukul 14.20-14.30 WIB: SRU 20 menemukan jasad Aldo terjepit batu besar di dasar jurang Pronojiwo-Sapu Angin, sedalam 50+ meter, kondisi kode hitam (meninggal).

  • Pasca 14.30 WIB: Evakuasi dengan tandu ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro untuk pemulasaraan; personel ditarik pukul 14.54 WIB, operasi ditutup pukul 17.15 WIB; jenazah dibawa ke Pacitan.

Tiga pendaki ilegal dari Pacitan—Rizky, Farhan, dan Aldo Oktawijaya (22)—memulai pendakian melalui jalur Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Gunung Merapi, pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 04.00 WIB, meski status gunung Siaga III. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Black Out Enam Provinsi di Sumatera Negara Rugi Rp5 Triliun, Diduga Efek Pasokan Batubara Mutu Rendah

6 Juli 2026 - 21:36 WIB

2 Tewas 14 Luka-luka Sugeng Rahayu VS Truk di Paron Nganjuk, Aipda Sutrisno Selamatkan Ibu dan Bayinya

6 Juli 2026 - 20:11 WIB

40 Orang Gardupapak Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Jl. Hasyim Asy’ari Tetap Zona Kuning

6 Juli 2026 - 19:24 WIB

Polsek Perak Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

6 Juli 2026 - 19:17 WIB

Pemprov Jatim Resmi Usulkan 2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini

6 Juli 2026 - 19:00 WIB

Penyebab Harga Ayam dan Telur di Peternak Loyo

6 Juli 2026 - 18:49 WIB

Berangkat Naik Ojol, Nadira Az- Zahra Mahasiswi Telkom University Bandung Belum Ditemukan

6 Juli 2026 - 16:22 WIB

Menelisik Akar Terorisme (32): Diktator Kaum Proletariat

6 Juli 2026 - 15:07 WIB

Aturan Baru Hak Impor 3,12 Juta Ton Gula Rafinasi: SugarCo, PTN Rajawali dan Bulog

6 Juli 2026 - 12:08 WIB

Trending di News