Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Ivan Sugianto Divonis Hukuman 9 Bulan Penjara, Kasus Perundungan Sujud dan Menggonggong

badge-check


					Majelis hakim PN Surabaya akhirnya menjatuhkan vonis 9 bulan penjara terhadap Ivan Sugianto, pengusaha yang melakukan perundungan siswas SMA Gloria 2, bersujud dan menggonggong, Kamis 27 Maret 2025.  PN Surabaya, Instagram@suarasurabayamedia Perbesar

Majelis hakim PN Surabaya akhirnya menjatuhkan vonis 9 bulan penjara terhadap Ivan Sugianto, pengusaha yang melakukan perundungan siswas SMA Gloria 2, bersujud dan menggonggong, Kamis 27 Maret 2025. PN Surabaya, Instagram@suarasurabayamedia

Penulis: Saifudin   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA–  Majelis hakim PN Surabaya, Kamis 27 Maret 2025,  menjatuhkan vonis hukuman 9 bulan penjara terhadap Ivan Sugianto, terdakwa dalam kasus perundungan permohonan maaf dengan bersujud dan menggonggong terhadap seorang pelajar  SMK Gloria 2 Surabaya.

Hakim juga juga mengenakan denda sebesar Rp5 juta, dengan ketentuan bahwa jika denda tidak dibayar, akan diganti dengan satu bulan kurungan

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya menyatakan bahwa Ivan terbukti melakukan kekerasan terhadap anak, sesuai dengan Pasal 80 ayat (1) Juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Perbuatan Ivan yang marah dan membentak dianggap sebagai bentuk kekerasan verbal yang berdampak pada psikologis korban.

Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menunut  hukuman sepuluh bulan penjara. Penasihat hukum Ivan menyatakan bahwa mereka masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding.

Ivan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan terhadap anak, yang melanggar Pasal 80 ayat (1) Juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tindakan tersebut mencakup kekerasan verbal dan psikis, di mana Ivan membentak dan memaksa korban untuk sujud dan menggonggong.

Hakim menilai bahwa tindakan Ivan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berdampak negatif pada kondisi psikologis korban. Perbuatan Ivan yang sempat mendorong orang tua korban menyebabkan gangguan psikologis pada anak, yang menyaksikan orang tuanya dalam situasi terancam.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan bahwa meskipun ada pleidoi dari pihak terdakwa yang mengajukan berbagai pembelaan, argumen tersebut tidak dapat diterima. Hakim menegaskan pentingnya memberikan sanksi yang setimpal bagi pelanggaran hukum yang dilakukan.

Kronologi

Ivan Sugianto, seorang pengusaha asal Surabaya, dimulai dari insiden yang terjadi pada 10 Oktober 2024, setelah pertandingan basket antara SMAK Gloria 2 dan SMA Cita Hati. Berikut adalah rangkuman kronologis peristiwa yang mengarah pada penangkapannya:

  • Awal Insiden (10 Oktober 2024): Anak Ivan, berinisial E, diejek oleh seorang siswa bernama EN dari SMAK Gloria 2 setelah pertandingan basket. Ivan yang mendengar kabar tersebut merasa marah dan mencari EN untuk menuntut pertanggungjawaban.

  • Aksi Intimidasi (10 Oktober 2024): Dalam video yang kemudian viral, Ivan terlihat memaksa EN untuk bersujud dan menggonggong sebagai bentuk permintaan maaf. Tindakan ini dianggap sebagai balas dendam atas ejekan yang diterima anaknya, dan menjadi sorotan publik karena dianggap merendahkan.

  • Viral di Media Sosial: Video tersebut menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan publik terhadap tindakan Ivan. Masyarakat mengecam perlakuan Ivan terhadap siswa tersebut, dan kasus ini menjadi bahan perbincangan hangat.

  • Mediasi (November 2024): Meskipun ada upaya mediasi antara Ivan, pihak sekolah, dan wali murid yang menghasilkan kesepakatan damai, proses hukum tetap dilanjutkan. Penyelidikan resmi dimulai dengan pemeriksaan sejumlah saksi.

  • Penangkapan (14 November 2024): Ivan ditangkap oleh polisi di Bandara Juanda setelah kembali dari Jakarta. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara berdasarkan keterangan dari 11 saksi.

  • Proses Hukum: Setelah ditangkap, Ivan menjalani pemeriksaan selama tiga jam sebelum akhirnya ditahan. Ia dikenakan pasal Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga tiga tahun penjara.

  • Vonis: Kasus ini berlanjut hingga akhirnya pada 27 Maret 2025, Ivan divonis sembilan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya. **

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ada Promo Bright Gas Diskon Rp 25 Ribu, Begini Cara Dapatnya

4 September 2026 - 19:56 WIB

Praktik Curang Produsen Diduga Jadi Penyebab Naiknya Harga Beras

4 September 2026 - 19:45 WIB

Taman Wisata Alam Kawah Ijen Ditutup Sementara Imbas Karhutla

4 September 2026 - 19:33 WIB

Gus Alex ‘Gigit’ 24 Anggota DPR: Minta Oleholeh 3.000 Riyal/ Orang Saat Kunker di Makkah

4 September 2026 - 18:00 WIB

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Pengampunan Pajak Selama Masih Jabat

3 September 2026 - 18:37 WIB

Trending di Nasional