Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Gangguan Galian C, Kades Karangpakis akan Mediasi Warga dengan Pemilik Tambang

badge-check


					Truk pengangkut hasil galian C menimbulkan debu terutaa warga desa Karangpakis, kecamatan kabuh, Jombang. Warga mengeluh, aktivitas tambang di kawasan itu menyebabkan gangguan keamanan dan kesehatan warga. Foto: kredonew.s.com/ elok apriyanto Perbesar

Truk pengangkut hasil galian C menimbulkan debu terutaa warga desa Karangpakis, kecamatan kabuh, Jombang. Warga mengeluh, aktivitas tambang di kawasan itu menyebabkan gangguan keamanan dan kesehatan warga. Foto: kredonew.s.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Aktivitas tambang galian C di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali menuai sorotan.

Warga setempat mengeluhkan dampak lingkungan yang ditimbulkan, terutama debu tebal akibat lalu lalang truk pengangkut material tambang yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Seorang warga berinisial EK mengeluh hampir setiap hari warga harus berhadapan dengan debu pekat setiap kali truk bermuatan material tambang melintas di jalan desa.

Debu tersebut beterbangan dan masuk ke rumah-rumah warga, sehingga mengganggu aktivitas harian serta berpotensi berdampak pada kesehatan.

“Debunya sangat banyak setiap ada truk yang lewat. Kalau siang dan cuaca panas, debunya makin parah. Kami benar-benar merasa terganggu,” ujar warga itu, Minggu 28 Desember 2025.

Tak hanya saat cuaca kering, kondisi jalan desa justru semakin memprihatinkan ketika hujan turun. Menurut EK, jalan yang kerap dilalui truk tambang berubah menjadi becek dan licin akibat material tanah yang terbawa roda kendaraan.

“Kalau hujan, jalanan jadi becek dan licin. Ini bisa membahayakan warga yang melintas, terutama pengendara sepeda motor dan anak-anak,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut, warga berharap ada perhatian serius dari pihak terkait. Aktivitas tambang, kata EK, seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.

“Kami berharap ada penyelesaian yang jelas. Jangan sampai aktivitas tambang ini terus-menerus merugikan warga,” tegasnya.

Reaksi Kades

Sementara itu, Kepala Desa Karangpakis, Joko Risdianto, membenarkan ada keluhan warga terkait aktivitas tambang galian C di wilayahnya. Namun, ia mengaku hingga kini belum menerima laporan secara langsung dari masyarakat kepada pemerintah desa.

“Saya mengetahui keluhan tersebut dari pemberitaan media. Untuk laporan personal yang masuk ke pemerintah desa sejauh ini belum ada,” ujar Joko.

Meski demikian, Joko menegaskan pemerintah desa tidak akan tinggal diam. Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan mediasi antara warga dan pengusaha tambang guna mencari solusi terbaik.

“Kami akan melakukan mediasi sesuai dengan tugas dan fungsi pemerintah desa. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan pihak pengusaha tambang agar keluhan warga ini bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Joko menambahkan, di Desa Karangpakis memang terdapat satu tambang galian C yang hingga kini masih aktif beroperasi. Aktivitas tambang tersebut telah berlangsung cukup lama dan disebut telah mengantongi izin resmi dari pihak berwenang.

“Memang di desa kami ada satu tambang galian C yang masih aktif. Kegiatannya sudah lama berjalan dan setahu kami sudah berizin,” pungkasnya.

Aktivitas

Aktivitas tambang galian C di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dikaitkan dengan beberapa perusahaan berdasarkan laporan aktivitas penambangan di lokasi itu, meski data terbaru 2025 belum spesifik.

  • CV  AB disebut memegang IUP OP untuk penambangan galian C di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh.

  • CV AA Kurnia dikaitkan dengan bekas galian C di lokasi tersebut, termasuk isu jaminan reklamasi.

Penambangan di desa ini termasuk dalam 13 galian C terdata di Jombang, dengan PAD rendah sekitar Rp700 juta per tahun; ada juga PT AP di wilayah Kabuh terkait. Konflik tambang galian C di Dusun Grobogan, Desa Karangpakis, pernah dipetakan dalam studi akademis. Penanggung jawab lapangan seperti Supriyanto, disebut sebagai  disebut aktivitas ilegal tidak ada pengawasan. **

**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Bahlil Ungkap CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polres Bangkalan Ungkap Kekerasa Seksual Anak Bawah Umur

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Trending di News