Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Gadjah Mada DTGI Award 2025: Sidoarjo Raih Posisi 5 dari 10 Kabupaten Terbaik

badge-check


					Perwakilan dari emkab Sidoarjo menerima penghargaan dari Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Award 2025 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Foto: dok/Pemkab Sidoarjo Perbesar

Perwakilan dari emkab Sidoarjo menerima penghargaan dari Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Award 2025 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Foto: dok/Pemkab Sidoarjo

Penulis: Arso Yudianto    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SIDOARJO- Pemkab Sidoarjo sukses mendapatkan penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Award 2025 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.  Pemkab Sidoarjo berada di posisi lima dari sepuluh Kabupaten dengan nilai tertinggi di seluruh Indonesia.

Penghargaan ini diterima oleh Sekretaris Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, yang mewakili Bupati Sidoarjo, H. Subandi, dari Wakil Menteri Komdigi RI, Nezar Patria, di saat acara Seminar Nasional GM-DTGI Tahun 2025 di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo UGM pada hari Kamis, 18 September.

GM-DTGI adalah indeks inovatif yang dibuat untuk menilai bagaimana baiknya pemerintah daerah dalam melakukan transformasi digital.

Indeks ini diluncurkan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) tahun lalu. GM-DTGI berfungsi untuk mengevaluasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan inovasi digital lainnya yang diterapkan oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Eri Sudewo, Sekdin Kominfo Sidoarjo, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras semua orang untuk mendigitalisasi layanan publik di Kabupaten Sidoarjo. Sejak 2019, Pemkab Sidoarjo sudah mulai menerapkan SPBE. Sampai sekarang, ada lebih dari 120 aplikasi layanan publik yang sudah disiapkan.

“Digitalisasi layanan publik ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang bagus dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Dia menambahkan bahwa penghargaan GM-DTGI adalah pengakuan atas kinerja transformasi digital yang sudah dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo.

Ia berharap penghargaan ini bisa jadi semangat bagi Pemkab Sidoarjo untuk terus mengembangkan layanan publik yang berbasis digital.

“Ini adalah penghargaan yang sangat berarti yang akan memotivasi Pemkab Sidoarjo untuk terus memperbaiki pelayanan publik lewat digitalisasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk terus melanjutkan transformasi digital. Layanan publik digital akan terus dikembangkan, demikian juga dengan infrastruktur digital yang mendukung layanan berbasis teknologi.

Menurutnya, di zaman digital sekarang, layanan publik yang berbasis digital sudah menjadi hal yang wajib. Ini penting untuk memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan publik yang lebih baik.

“Digital governance adalah komitmen Pemkab Sidoarjo untuk berubah menjadi kota modern yang cepat, tepat, dan transparan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan publik,” tambahnya.

Ketua Peneliti GM-DTGI, Prof. Syaiful Ali, menjelaskan bahwa GM-DTGI berfungsi untuk mengukur, mendorong, dan memperkuat perubahan digital di pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Tahun ini, penilaian dilakukan untuk 508 pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa indeks GM-DTGI dibangun berdasarkan tujuh pilar utama yang mengacu pada praktik terbaik global dalam bidang tata kelola transformasi digital. Pilar ini mencakup teknologi, sumber daya manusia, proses organisasi, hingga keamanan.

“Penilaian ini tidak hanya membuat ranking daerah berdasarkan yang terbaik, tetapi juga sebagai pelajaran bagi semua pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia berharap GM-DTGI akan menjadi referensi yang dapat dipercaya dan fleksibel dalam menghadapi perkembangan digital yang sangat cepat.

Ia juga berharap penghargaan GM-DTGI dapat mendorong semangat daerah untuk terus meningkatkan tata kelola transformasi digital demi pelayanan publik yang lebih baik.

“Forum ini juga kami harapkan bisa menjadi kesempatan bagi kabupaten dan kota untuk saling belajar dan berbagi informasi serta pengalaman terbaik dalam mengelola transformasi digital di daerah mereka masing-masing,” tuturnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

SIG Catatkan Penjualan 15 Juta Ton, Januari hingga Mei 2026

7 Juli 2026 - 21:43 WIB

Menelisik Akar Terorisme (33): Pria Bernama Kamis Adalah Mimpi Buruk

7 Juli 2026 - 18:52 WIB

Muncul Nama Erlan Warga Dampit, Benarkan Terlibat Kasus Temuan Jasad Wanita di Area Parkir Bandara Juanda?

7 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Black Out Enam Provinsi di Sumatera Negara Rugi Rp5 Triliun, Diduga Efek Pasokan Batubara Mutu Rendah

6 Juli 2026 - 21:36 WIB

2 Tewas 14 Luka-luka Sugeng Rahayu VS Truk di Paron Nganjuk, Aipda Sutrisno Selamatkan Ibu dan Bayinya

6 Juli 2026 - 20:11 WIB

40 Orang Gardupapak Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Jl. Hasyim Asy’ari Tetap Zona Kuning

6 Juli 2026 - 19:24 WIB

Polsek Perak Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

6 Juli 2026 - 19:17 WIB

Berangkat Naik Ojol, Nadira Az- Zahra Mahasiswi Telkom University Bandung Belum Ditemukan

6 Juli 2026 - 16:22 WIB

Trending di News