Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Fenomena Dealer Mobil Berguguran, Ada Apa?

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Fenomena penutupan sejumlah dealer otomotif belakangan ini menjadi sorotan. Namun, industri menilai persoalan utamanya bukan pada merek, melainkan melemahnya daya beli masyarakat.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan, penurunan penjualan terjadi secara menyeluruh di pasar otomotif nasional. Kondisi ini diperparah dengan kehadiran pemain baru yang ikut meramaikan pasar.

“Yang jelas kelihatan memang ada penjualan menurun secara keseluruhan. Sementara di sisi lain lagi memang ada banyak pemain baru yang juga masuk,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2026).

Meski demikian, Kukuh menegaskan penurunan ini tidak berkaitan dengan kekuatan merek (brand) tertentu.

“Turunnya itu bukan karena masalah brand-nya, tapi lebih cenderung ke daya belinya yang sedang menurun,” katanya.

Situasi ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan bisnis dealer di lapangan. Tanpa permintaan yang kuat, operasional menjadi sulit dipertahankan.

“Ya daya belinya harus balik dulu. Kita bikin kalau nggak ada yang beli ya tokonya nggak mungkin bertahan. Nggak mungkin untuk memproduksi terus kalau nggak ada yang beli,” tegasnya.

Kondisi ini juga dipengaruhi oleh kenaikan harga, yang berasal dari tekanan biaya produksi seperti bahan baku dan energi. Kenaikan harga tersebut semakin menekan kemampuan konsumen untuk membeli kendaraan baru.

Di sisi lain, perubahan struktur pasar dengan masuknya pemain baru turut meningkatkan persaingan. Hal ini membuat dealer harus beradaptasi dengan strategi yang lebih agresif untuk bertahan.

Namun Kukuh menilai pemulihan tetap bergantung pada faktor utama, yakni daya beli masyarakat.

“Kalau daya beli belum pulih, ya industri juga akan berat untuk tumbuh kembali,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional