Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Tahun Depan Gaji Peserta Magang Nasional Bakal Naik

badge-check


					Menaker Yassirlie Perbesar

Menaker Yassirlie

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Uang saku peserta Program Magang Nasional bakal naik tahun depan. Menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, besaran uang saku menyesuaikan dengan kenaikan upah minimum di masing-masing daerah.

Sebagai informasi, pemerintah biasanya menggodok upah minimum tiap akhir tahun. Upah minimum yang baru berlaku pada Januari pada tahun berikutnya.

Yassierli menjelaskan, saat ini uang saku peserta magang dibayarkan penuh oleh pemerintah selama enam bulan. Di Jakarta, misalnya, peserta magang menerima sekitar Rp 5,7 juta per bulan, sedangkan di Bekasi dan Karawang mencapai sekitar Rp 5,9 juta per bulan.

“Jadi kalau magangnya di Jakarta uang sakunya Rp 5,7 juta sekarang, dikali 6 bulan. Mungkin tahun depan naik lagi karena setara dengan upah minimum. Di Bekasi, di Karawang itu Rp 5,9 juta. Pemerintah yang membayar full ditransfer langsung ke rekening ,” kata Yassierli dalam pembukaan Pameran Job Fair AI Career Boost Today 2026 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Tahun ini pemerintah membuka kuota peserta magang nasional sebanyak 150 ribu, meningkat dari tahun 2025 yang sebesar 100 ribu peserta. Menurut Yassierli sekitar 30% peserta tahun lalu langsung mendapat tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka magang.

Di samping itu, Yassierli mengungkap semakin banyak perusahaan yang ingin bergabung dalam program tersebut. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan verifikasi terhadap setiap lowongan magang agar sesuai dengan kompetensi peserta.

“Tapi kita buka sistemnya akuntabel, transparan. Perusahaan mengunggah dulu lowongan magangnya, kami verifikasi, kita tidak mau ada magang itu yang lulusan S1 teknik disuruh magang jadi resepsionis. Karena kata perusahaan ini mumpung lagi gratis. Ini yang kita kawal. Suruh jadi sopir, kita kawal, coret,” tegas Yassierli.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Zulhas Bantah Ada Pengadaan Proyek Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T

28 Juli 2026 - 19:15 WIB

Belanja Sembako Kini Banyak Dibayar Pakai Paylater

27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kepala BGN Umumkan 833 Dapur MBG Ditutup Permanen

27 Juli 2026 - 20:39 WIB

Polemik Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T: Sorotan DPR-Respons Agrinas

26 Juli 2026 - 19:23 WIB

Menyoal Aturan Larangan Rekam SP2DK

26 Juli 2026 - 19:11 WIB

MK Tegaskan Sisa Kuota Internet Hak Konsumen, Tak Boleh Hangus Sepihak

24 Juli 2026 - 20:13 WIB

KAI Daop 8 Genjot Integrasi Kereta di Jatim, Penumpang Makin Mudah Transit

24 Juli 2026 - 19:42 WIB

PIHPS: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95.000/kg, Telur Ayam Rp35.000/kg

23 Juli 2026 - 21:13 WIB

4.400 Buruh Jawa Timur Berpotensi Kena PHK

23 Juli 2026 - 21:02 WIB

Trending di Nasional