Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Petrokimia Gresik Tanam 1.000 Bibit Mangrove di PRPM Mangare Bungah

badge-check


					Turut menjaga kelestarian eko sistem alam, PT Peteokimia Greik, tanam 1.000 mangrove di wilayah Bungah, Gresik. Foto: ist Perbesar

Turut menjaga kelestarian eko sistem alam, PT Peteokimia Greik, tanam 1.000 mangrove di wilayah Bungah, Gresik. Foto: ist

Penulis: Sanny  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GRESIK – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ekosistem pesisir.

Bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Petrokimia Gresik berpartisipasi dalam kegiatan Penanaman Mangrove Serentak Seluruh Indonesia yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Minggu (26/7).

Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di Pelabuhan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Bali, dan dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Di Gresik, Petrokimia Gresik melaksanakan penanaman sekitar 1.000 bibit mangrove secara bertahap di kawasan Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare, Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah.

“Pelestarian ekosistem pesisir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, setiap program lingkungan yang dijalankan perusahaan dirancang untuk memberikan manfaat ekologis sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” demikian disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob.

Menurut Daconi, mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat berbagai biota laut, mangrove juga mampu menyerap karbon dalam jumlah besar, mengurangi laju abrasi, serta melindungi kawasan pantai dari ancaman gelombang dan erosi.

“Mangrove merupakan benteng alami yang menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kemampuannya menahan abrasi sekaligus menyerap karbon menjadikannya salah satu solusi alami dalam mendukung mitigasi perubahan iklim,” ujar Daconi.

Ia menambahkan, filosofi mangrove sejalan dengan semangat Petrokimia Gresik dalam menjalankan bisnis. Sebagaimana akar mangrove yang kokoh menjaga pesisir, Petrokimia Gresik terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus membangun perusahaan yang tangguh menghadapi dinamika industri global.

“Semangat mangrove mencerminkan nilai-nilai yang kami pegang. Kami ingin terus tumbuh dengan fondasi yang kuat, memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia agar semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambah Daconi.

Partisipasi dalam Penanaman Mangrove Serentak Seluruh Indonesia melengkapi berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah dijalankan Petrokimia Gresik dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir. Salah satunya melalui pengembangan Ekowisata Kalam Mangrove di Desa Sukorejo yang berhasil mengubah kawasan sempadan Kali Lamong menjadi area bebas sampah, kawasan konservasi mangrove, sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga secara berkelanjutan mengembangkan Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjungwidoro. Program ini mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui konservasi ekosistem pesisir untuk mengurangi abrasi, meningkatkan produktivitas perikanan, serta menciptakan alternatif sumber penghasilan melalui pengembangan ekowisata pesisir terpadu.

Komitmen perusahaan terhadap pelestarian ekosistem mangrove juga diwujudkan melalui dukungan dalam pembangunan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah.

Atas kontribusi tersebut, Petrokimia Gresik memperoleh apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagai Perusahaan Terbaik Kategori Private Sector.

Melalui penanaman bibit mangrove ini, Petrokimia Gresik berharap semangat menjaga ekosistem pesisir terus tumbuh di tengah masyarakat.

Bagi Petrokimia Gresik, pelestarian lingkungan bukan sekadar memenuhi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan.

Oleh karena itu, perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.

“Keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi menjadi bagian dari cara Petrokimia Gresik menjalankan bisnis. Kami percaya setiap pohon mangrove yang ditanam melalui program ini akan menjadi warisan berharga bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan Indonesia,” tutup Daconi.

Foto: Istimewa
Hamparan kawasan Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare, Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Siapkan Hadiah Rp1 Triliun bagi Pemprov dan Pemkab/ Pemkot Pendukung MBG Terbaik

29 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

29 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Wasev Sterad Mabes TNI Turun ke Klitih Plandaan Meninjau dan Evaluasi TMMD 130

29 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Yogya Mencekam, Sri Sultan Turun Tangan Temui Demonstran di Depan Polda Kamis Dinihari

29 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Minyak Sawit RI Mengalir Sampai ke Israel Lewat Singapura Sejak 2023

28 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kunjungan Pasca Kebakaran, Bupati Warsubi Janjikan Pasar Cukir Bisa Dioperasikan sebelum Idul Fitri 2027

28 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pemkab Jombang Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Ini Daftar Penghargaan Pemuda Berprestasi

28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Truk Angkut 14 Sapi Tabrak Dua Truk, hingga Terguling di Perak Jombang

28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kinerja Disdikbud 2026, Wor Windari: Rerata Lama Sekolah di Jombang 9,15 Tahun Lampaui Program Nasional

28 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Trending di News