Penulis: Eko Wienarto | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, BANYUWANGI-Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan Selat Bali dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kecepatan angin di wilayah perairan Bali yang berpotensi memicu gelombang dengan ketinggian signifikan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, gelombang di Selat Bali bagian selatan berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Selain Selat Bali, potensi gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di perairan selatan Pulau Bali dan Selat Lombok bagian selatan.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, hingga kapal feri apabila disertai kecepatan angin yang tinggi. Karena itu, nelayan, operator kapal penyeberangan, dan pelaku jasa transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan sebelum berlayar.
Lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang menjadi salah satu jalur tersibuk penghubung Pulau Jawa dan Bali juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca. Meski aktivitas penyeberangan masih menyesuaikan kondisi di lapangan, operator dan pengguna jasa diharapkan mengikuti informasi terbaru dari otoritas pelabuhan dan BMKG. ([Ngopibareng][3])
BMKG mengimbau masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut agar selalu memperbarui informasi cuaca maritim, mengingat kondisi angin dan gelombang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan dinamika atmosfer. ***

























