Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Fadly Zon Beri Anugerah Zawawi Imron Sastrawan Adhiluhung

badge-check


					Zawawi Imron, tokoh asli Madura, mendapat penghargaan dari Menteri Budaya, Fadly Zon, padsa peringatan Hari usi, 20 Desember 2024. Foto: tebuireng.online Perbesar

Zawawi Imron, tokoh asli Madura, mendapat penghargaan dari Menteri Budaya, Fadly Zon, padsa peringatan Hari usi, 20 Desember 2024. Foto: tebuireng.online

Penulis: Hadi S. Purwanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– D. Zawawi Imron menerima Anugerah Sastrawan Adiluhung pada perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) yang diadakan pada 20 Desember 2024 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Penghargaan ini diserahkan oleh Fadly Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai pengakuan atas kontribusinya yang signifikan dalam dunia sastra.

D. Zawawi Imron, lahir pada 1 Januari 1945 di Batang-Batang, Sumenep, dikenal sebagai sastrawan legendaris dan seorang budayawan yang aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya-karyanya. Sebelumnya juga telah menerima berbagai penghargaan sepanjang kariernya, termasuk Penghargaan Achmad Bakrie XX di bidang Seni dan Budaya pada tahun 2024

D. Zawawi Imron menerima Anugerah Sastrawan Adiluhung pada perayaan Hari Puisi Indonesia 2024 karena kontribusinya yang luar biasa dalam dunia sastra, terutama melalui puisi-puisinya yang kaya makna dan menggunakan diksi sederhana namun mendalam.

Penghargaan ini diberikan oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia (HPI) dan diharapkan dapat menginspirasi banyak orang dalam mencintai sastra.

Zawawi dikenal sebagai penyair produktif yang telah menghasilkan banyak karya, termasuk puisi-puisi yang menyentuh tema kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai kemanusiaan. Dua puisinya yang terkenal, “Nagasari” dan “Ibu”, menunjukkan kemampuannya dalam menyampaikan pesan-pesan mendalam melalui bahasa yang mudah dipahami.

Selain itu, Zawawi juga memiliki sejarah panjang dalam dunia sastra, dengan berbagai penghargaan yang telah diraihnya sebelumnya, termasuk S.E.A. Write Award dan penghargaan dari Yayasan Buku Utama.

Dengan latar belakang sebagai seorang kiai dan pengasuh pesantren, Zawawi Imron tidak hanya berkontribusi dalam sastra tetapi juga dalam pengembangan budaya di Indonesia, menjadikannya sosok yang dihormati di kalangan sastrawan dan masyarakat luas.

D. Zawawi Imron dianggap sebagai budayawan Madura karena beberapa faktor yang mencerminkan dedikasi dan kontribusinya terhadap budaya dan sastra di daerah asalnya, Madura. Berikut adalah beberapa alasan utama:

Zawawi Imron lahir dan besar di Batang-Batang, Sumenep, yang merupakan bagian dari Pulau Madura. Ia tetap tinggal di daerah tersebut, menjadikannya dekat dengan tradisi dan budaya lokal. Karya-karyanya sering kali terinspirasi oleh nilai-nilai dan warisan budaya Madura.

Sebagai penyair, Zawawi telah menghasilkan banyak karya yang tidak hanya mencerminkan kehidupan masyarakat Madura tetapi juga mengangkat tema-tema universal. Kumpulan puisi seperti Semerbak Mayang dan Madura Akulah Lautmu menunjukkan kedalaman pemikirannya tentang identitas dan budaya Madura.

Zawawi aktif dalam pendidikan dan sering diundang untuk berbicara di berbagai seminar tentang budaya Madura. Ia juga terlibat dalam pengajaran di pesantren, sehingga berperan dalam mentransfer nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Ia telah menerima berbagai penghargaan, termasuk The S.E.A Write Award, yang menunjukkan pengakuan atas kontribusinya dalam sastra dan budaya. Penghargaan ini menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia sastra Indonesia, khususnya dari Madura.

Zawawi sering menyampaikan pentingnya melestarikan kesenian dan tradisi lokal. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap warisan budaya mereka dan aktif dalam menjaga serta mengembangkan kesenian yang ada.

Melalui kombinasi dari faktor-faktor ini, D. Zawawi Imron tidak hanya dikenal sebagai sastrawan tetapi juga sebagai budayawan yang berkomitmen untuk memajukan dan melestarikan budaya Madura.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gerombolan Mafia Hibah Pemprov Jatim, KPK Menahan M Mahrus Ali Terima Rp83,4 Miliar

28 Juli 2026 - 22:33 WIB

KPK Tahan Mahrus Ali_Dana Hibah Jatim

IBM Ciptakan Prosesor 0,7 Nano: Jembatan Manusia ke Arah Hidup Abadi

28 Juli 2026 - 21:35 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Tiga Gempa Besar Beruntun Magnetudo 6.1, 7.1 dan 7.1 Menguncang Guncang Jepang Hari Ini

28 Juli 2026 - 19:27 WIB

Bupati Jombang Warsubi Lantik Pengawas dan Administrasi Serta 19 Kepala Sekolah

28 Juli 2026 - 18:15 WIB

DPRD Jombang Susun Agenda Kerja Lewat Rapat Badan Musyawarah

28 Juli 2026 - 17:41 WIB

Korban Mencelat ke Atap Rumah, Ayah dan Anak Tewas Disambar Mobil CRV di Cilegon

28 Juli 2026 - 14:18 WIB

Semester I 2026 Penjualan 18,27 Juta Ton, SIG Group Sasar Potensi Jawa Barat

28 Juli 2026 - 11:31 WIB

Ritual Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiyai Gribig 31 Juli 2026, Akan Dihadiri Menko Airlangga Hartarto

28 Juli 2026 - 11:01 WIB

Trending di News