Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

ESDM Berencana Impor 100.000 Tabung CNG dari China Pengganti Elpiji

badge-check


					Ilustrasi tabubh CNG. Fito: Ist Perbesar

Ilustrasi tabubh CNG. Fito: Ist

Penulis: Yusran Hakim  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengumumkan langkah strategis baru dalam menjaga pasokan energi rumah tangga.

Sebagai solusi dan alternatif pengganti LPG 3 kilogram yang selama ini digunakan masyarakat, pemerintah berencana mendatangkan dan mengimpor sebanyak 100.000 tabung gas CNG (Compressed Natural Gas) berukuran setara 3 kilogram dari negara Tiongkok (China).

Langkah ini dilakukan mengingat teknologi pembuatan tabung khusus jenis ini belum diproduksi secara massal di dalam negeri.

Kepastian ini disampaikan sebagai jawaban atas kebutuhan energi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Berikut rincian lengkap mengenai harga, manfaat, serta perbandingan mendalam mengenai karakteristik dan teknologi yang dibawa oleh gas baru ini dibandingkan dengan LPG konvensional.

Harga
Dalam rencana pengadaannya, harga beli pemerintah untuk setiap tabung kosong hasil impor diperkirakan berkisar antara Rp185.000 hingga Rp210.000 per tabung.

Namun, bagi masyarakat pengguna, pemerintah menjamin harga jual isi ulang akan tetap sama bahkan lebih murah dibandingkan harga LPG 3 kg bersubsidi saat ini, yaitu berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp18.000 sekali isi.

Keunggulan harga ini akan semakin terasa di masa depan. Berbeda dengan LPG yang bahan bakunya sebagian besar masih bergantung pada impor dan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

CNG menggunakan bahan baku gas alam yang melimpah di Indonesia. Hal ini membuat harga jual ke masyarakat bisa dijaga stabil dan tidak mudah bergejolak. Nantinya, jika produksi tabung sudah bisa dilakukan di dalam negeri, harga diprediksi akan jauh lebih ekonomis lagi.

Pergeseran penggunaan energi ini membawa dampak positif yang sangat besar bagi warga yang membutuhkan, antara lain:

1. Harga Stabil & Terjangkau: Harga dikendalikan pemerintah dan tidak terpengaruh harga minyak dunia, sehingga daya beli masyarakat terjaga.

2. Pasokan Terjamin: Menggunakan sumber daya alam gas alam milik Indonesia sendiri, sehingga risiko kelangkaan seperti yang kadang terjadi pada LPG bisa dihilangkan sepenuhnya.

3. Pembakaran Lebih Bersih: Menghasilkan api berwarna biru sempurna, tidak mengotori peralatan masak, tidak berbau, dan lebih ramah lingkungan serta kesehatan.

4. Lebih Hemat & Awet: Tenaga api lebih stabil dan efisien, sehingga satu kali pengisian daya tahan lebih lama pemakaiannya dibandingkan gas biasa.

5. Keamanan Tinggi: Ini merupakan poin terbesar, di mana risiko bahaya kebakaran dan ledakan dapat ditekan hampir mendekati nol.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sopir Mengantuk Tabrak Truk di KM 687 Sumo: 4 Penumpang Tewas, 7 lukaluka

12 September 2026 - 12:54 WIB

Petani Lapor Sulit Mendapat Pupuk Subsidi, Menteri Amran Langsung Copot Manajer Gudang Banggai

11 September 2026 - 19:29 WIB

Investasi Jatim Turun 2,6%, Apindo Soroti Kepastian Berusaha

11 September 2026 - 18:59 WIB

Keracunan Massal Pindah ke Lombok Tengah: 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang

11 September 2026 - 17:14 WIB

Lamaran Ditolak, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik 5 Tahun Baru Terkuak

11 September 2026 - 11:34 WIB

Zulhas: MBG, Kita Akui Gagal! Sabar, Kita Perbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 10:54 WIB

Sayembara Bukti Ijazah Gibran Berhadiah Rp10,28 M Ditutup, Denny Indrayana: Dilanjut Gugatan ke MK

11 September 2026 - 09:58 WIB

SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung dan Botol, Belum Dipastikan Milik 5 Jurnalis dan 3 Kru Liputan Anak Krakatau

10 September 2026 - 21:46 WIB

Tim SAR Gabungan temulan satu jaket pelampung dan botol putih, tetapi belum bisa dipastikan yang dikenakan para jurnalis, Rabu 10 September 2026. Foto: okezone

Salah Injak Pedal: Alphard Santap 3 Mobil, 11 Motor, dan Rombong Bakso di Sukolilo

10 September 2026 - 03:46 WIB

Trending di News