Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Divonis 14 Tahun Penjara, Kiai Supar Berkelit bahwa Pelaku adalah Perewangan yang Menjelma Dirinya

badge-check


					Majelis hakim PN Trenggalek menjatuhkan vonis hukuman 14 tahun penjara kepada Kiai Supar, pemilik Pondok Pesantren Mambaul Hikam (MH) yang terletak di Kecamatan Kampak, Trenggalek, Jawa Timur. Instagragram@ctd.insider Perbesar

Majelis hakim PN Trenggalek menjatuhkan vonis hukuman 14 tahun penjara kepada Kiai Supar, pemilik Pondok Pesantren Mambaul Hikam (MH) yang terletak di Kecamatan Kampak, Trenggalek, Jawa Timur. [email protected]

Penulis: Saifudin  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TRENGGALEK– Kiai Imam Syafi’i alias Kiai  Supar, 52, membantah seluruh tuduhan jaksa bahwa dirinya pelaku yang menghamili santriwatinya, bahwa pelakunya  jin ‘perewangan’ yang menjelma menjadi dirinya, bukan dirinya sebagai pelaku.

Oleh karena itu, Kiai Supar minta agar dibebaskan dari segala tuntutan dalam kasus kehamilan satriwatinya. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang conis, di PN Trenggalek, yang dipimpin  Ketua Majelis Hakim Dian Nur Pratiwi,  27 Februari 2025.

Terdakwa  juga menolak juga meminta maaf kepada korban dan keluarganya karena ia mengklaim bahwa dirinya tidak melakukan tindakan asusila tersebut.  Sikapnya yang tidak menunjukkan rasa bersalah dan enggan bertanggung jawab ini semakin memperburuk keadaan bagi keluarga korban.

Kiai Supar berpegang pada dalih bahwa ia bisa menggandakan diri menjadi beberapa orang, sehingga merasa tidak perlu meminta maaf atau mengakui kesalahannya.

Dalam sidang terbukti berdasarkan hasil tes DNA, bahwa anak yang dilahirkan oleh satriwatinya itu adalah identik dengan DNA Kiai Supar. Jaksa menuduh terdawka telah melakukan ruda paksa dan menggauli santriwatinya hingga hamil dan melahirkan bayi. Disebutkan tindakan ini dilakukan sebanyak lima dalam kurun 2022-2024 di lingkungan pesantren.

Pemilik pondok itu melakukan perbuatan keji tersebut di ruang kelas dan kamar khusus di samping mihrab masjid. Hakim menilai perbuatan ini terjadi karena ada relasi kuasa antara Supar sebagai guru dan pengasuh pesantren, yang membuat korban tidak berdaya untuk menolak.

Meskipun terus membantah, hakim menilai pembelaan Supar tidak masuk akal. Berdasarkan kesaksian korban, saksi, serta alat bukti, majelis hakim menyatakan dakwaan jaksa telah terbukti kebenarannya.

Ketua majelis hakim pun kemudian menjatuhkan vonis hukuman untuk Kiai Supar dengan vonis hukuman 14 tahun penjara, denda Rp 200 juta, serta restitusi Rp 106 juta kepada korban. Bila terdakwa tidak membayar, denda dan resitusi tersebut, maka pengadilan akan menyita harta bendanya.

Putusan Restitusi

Hakim juga membuat putusan restusi atau ganti rugi yang wajib dibayarkan oleh pelaku kejahatan kepada korban sebesar Rp 106 juta, sebagai ganti rugi yang dialami santriwati sebagai korban pemerkosaan.

Berdasarkan berdasarkan Pasal 81, Ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan diubah menjadi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 20162.  Kiai Supar diwajibkan membayar restitusi sebesar Rp 106.541.500 kepada korban.

Jika dalam waktu 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap Kiai Supar tidak membayar restitusi, maka aset miliknya akan disita oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dilelan. Hasil lelang akan diberikan kepada korban. Jika hasil lelang tidak mencukupi, Kiai Supar akan dikenai tambahan hukuman penjara selama satu tahun.

Tujuan Restitusi: Restitusi ini bertujuan untuk memulihkan kerugian yang diderita korban akibat tindak pidana yang dilakukan oleh Kiai Supar. Kerugian ini bisa berupa kerugian materiil maupun immateriil.

Hakim mempertimbangkan sikap terdakwa yang tidak menunjukkan penyesalan sebagai faktor yang memberatkan dalam putusan. Tindakan terdakwa dianggap meresahkan masyarakat, mencoreng citra lembaga keagamaan, dan menyebabkan kesengsaraan pada korban14.

Dengan demikian, vonis restitusi ini merupakan bentuk tanggung jawab hukum yang harus dipenuhi oleh Kiai Supar sebagai pelaku kejahatan, sebagai kompensasi atas dampak buruk yang dialami korban

Polisi menetapkan Kiai Supar sebagai tersangka, Oktober 2024, atas sangkaan melakukan ruda paksa  terhadap santriwati yang mengakibatkan korban hamil dan melahirkan.

Pelimpahan perkara dan persidangan mulai November 2024, jaksa menutut hukuman delapan tahun penjara. Hakim menjatuhkan vonis hukuman 14 tahun, 27 Februari 2025.

Kiai Supar adalah pemilik Pondok Pesantren Mambaul Hikam memiliki sekitar 350 santri yang mukim maupun laju, di Dusun Karangsono, Kecamatan Kampak, Trenggalek, Jawa Timur, dirikan tahun 2001. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Bahlil Ungkap CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polres Bangkalan Ungkap Kekerasa Seksual Anak Bawah Umur

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Trending di News