Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Diduga Mengandung Pengawet, Anggota DPR Minta BPOM Segera Razia Produk Kurma

badge-check


					Diduga Mengandung Pengawet, Anggota DPR Minta BPOM Segera Razia Produk Kurma Perbesar

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, jAKARTA-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta segera melakukan razia terhadap produk kurma. Hal in menyusul viralnya temuan netizen terkait produk kurma yang diduga mengandung sirop glukosa dan pengawet.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah, Kamis 26 Februari 2026 di Jakarta. “Jangan biarkan pedagang nakal menyiram kurma dengan sirop glukosa tanpa memberikan keterangan jujur kepada publik,” katanya.

Politisi PKB itu juga menyoroti tidak dicantumkannya kandungan produk kurma secara transparan pada label bahasa Indonesia. Padahal, konsumen di sini berhak mengetahui informasi terkait komposisi kandungan produk kurma tersebut.

“Tindakan tegas sangat penting untuk memastikan produsen dan pedagang tidak sembarangan menjual produk yang bisa menyesatkan konsumen,” ujarnya. Apalagi, lanjut dia, mayoritas masyarakat Indonesia telah lama mempersepsikan kurma sebagai buah kesehatan dengan serat tinggi dan pemanis alami.

Menurut Neng Eem, mengonsumsi kurma bagi umat Islam di Indonesia bukan sekadar urusan nutrisi. “Ini juga bagian dari keyakinan yang didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW, terutama saat memasuki Ramadan,” ujarnya.

Karena itu, Neng Eem meminta BPOM memastikan bahwa kurma yang beredar benar-benar aman. Terutama bagi penyandang diabetes yang bisa sangat terdampak oleh tambahan glukosa tersebut

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor kurma Indonesia menunjukkan tren signifikan selama tiga tahun terakhir. Pada 2025, misalnya, volume impor kurma mencapai 65 ribu ton dengan nilai USD94,1 juta.

Ini merupakan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 60 ribu ton dengan nilai USD 89,5 juta. “Ini menunjukkan betapa strategisnya komoditas kurma ini bagi pasar domestik,” ujar Neng Eem.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

300 Ojol Kota Malang Antusias Sambut Pembebasan Tunggakan PKB

9 Agustus 2026 - 19:53 WIB

PPh 22 Ditunda, Tokopedia Refund Dana Pajak Penjual Paling Lambat 30 September

9 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Deposit Judol Saat Piala Dunia Tembus Rp 1,02 Triliun

9 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Polda Metro Pastikan 995 dari 996 Senjata Temuan di Jaksel Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Karhutla Bromo Hanguskan 120 Hektare, Diduga Ulah Manusia

7 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kemenkeu Incar Pajak dari Rumah Kontrakan dan Properti Sewa pada 2027

6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Tak Ada Demo Besar Buruh di Agustus-September

6 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Karhutla Bromo Meluas 80 Hektare, Helikopter dan Drone Diterjunkan

5 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Jumlah Penduduk Miskin RI Berkurang 430 Ribu, Masih Sisa 22,93 Juta Orang

5 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Trending di Nasional