Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Di Gabus Tertulis Rp 2 Juta, Juara I Karate dari Ngada NTT Cuma Terima Rp 300.000

badge-check


					Ibunda Januario Angelus Sera peraih juara I Karate, mengeluh dan viral di media sosial. Karena, disebutkan hadiahnya Rp 2 juta, tetapi setelah tiga bulan menunggu pencarian ternyata cuma menerima Rp 300.000 saja. Foto: Instagram@hello.denpasar Perbesar

Ibunda Januario Angelus Sera peraih juara I Karate, mengeluh dan viral di media sosial. Karena, disebutkan hadiahnya Rp 2 juta, tetapi setelah tiga bulan menunggu pencarian ternyata cuma menerima Rp 300.000 saja. Foto: [email protected]

Penulis: Eko Wienarto   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KUPANG– Sedang viral di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, video keluhan orangtua  —Januario Angelus Sera, seorang pelajar dari SPENDU Bajawa, Ngada. Remaja ini berhasil meraih juara 1 cabang karate dalam ajang Kejurda NTT yang digelar pada Pameran Pembangunan di Kupang, Agustus 2025.

Hadiah lomba karate untuk Januario Angelus Sera yang meraih juara 1 diserahkan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada Pameran Pembangunan di Kupang,  pada tanggal 25 November 2025.

Sebagaimana dijelaskan, anaknya membawa uang hadiah itu pulang setelah latihan karate, yang memicu video viral dan kekecewaan karena nominalnya hanya Rp 300.000 dari janji awal Rp 2 juta. Mekanisme pembagian internal yang menekankan solidaritas antar atlet menjadi alasan perbedaan nominal yang diterima tersebut.

Hadiah simbolis senilai Rp 2 juta dijanjikan kepada Januario sebagai apresiasi atas prestasinya. Namun kekecewaan muncul ketika sang ibu hanya menerima uang sebesar Rp 300.000 setelah menunggu selama tiga bulan.

Penyerahan hadiah secara resmi dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT dan organisasi induk olahraga karate provinsi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi NTT, Frederik Christian Purwanto Koenunu, yang juga Ketua Panitia Pameran Pembangunan 2025, memastikan bahwa pembayaran telah dilakukan sesuai prosedur dan nominal tertera.

Namun, mekanisme pembinaan olahraga di NTT menekankan nilai kebersamaan dan solidaritas antar atlet, sehingga dana hadiah yang diterima atlet secara individual bisa berbeda-beda. Karena itu, jumlah yang diterima ibu Januario hanya Rp 300.000, menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan.

Hingga saat ini belum ada penjelasan lebih rinci mengenai pembagian dana internal tersebut, termasuk bukti tanda terima atau kwitansi. Nama ibu Januario belum dipublikasikan dan tidak ada informasi asal lengkap dari keluarga.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial lokal dan memicu perbincangan terkait transparansi dan manajemen dana pembinaan olahraga di wilayah tersebut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Bahlil Ungkap CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polres Bangkalan Ungkap Kekerasa Seksual Anak Bawah Umur

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Trending di News