Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Dave Laksono ingatkan Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Stabilitas

badge-check


					Dave Laksono Perbesar

Dave Laksono

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan keprihatinan atas eskalasi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Menurut Dave, perkembangan situasi di Timur Tengah berpotensi membawa dampak luas bagi stabilitas kawasan maupun dinamika global.

“Komisi I DPR RI turut prihatin atas eskalasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Peristiwa ini menambah ketegangan regional yang tentu memiliki implikasi luas, tidak hanya bagi stabilitas kawasan, tetapi juga bagi dinamika global yang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap Indonesia,” kata Dave yang disampaikan kepada wartawan Elshinta, Sabtu (28/2/2026).

Ia menilai, dari sisi geopolitik, ketidakstabilan kawasan dapat berdampak langsung terhadap hubungan antarnegara serta sektor perdagangan internasional, khususnya energi.

“Dari sudut pandang geopolitik, ketidakstabilan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu hubungan antarnegara serta menimbulkan ketidakpastian dalam jalur perdagangan internasional, terutama sektor energi. Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak harus mewaspadai dampak terhadap harga energi dunia yang bisa memengaruhi perekonomian nasional,” ujarnya.

Selain aspek ekonomi, Dave juga menyoroti dampak keamanan dan sosial yang perlu diantisipasi secara bijak.

“Dari sisi keamanan, eskalasi konflik dapat memunculkan resonansi politik dan ideologis di berbagai belahan dunia. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, perlu menjaga ketenangan masyarakat serta memastikan perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi polarisasi yang merugikan persatuan bangsa,” papar Dave.

Dalam perspektif diplomasi, Indonesia dinilai harus tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Dave menegaskan bahwa Indonesia harus tetap tenang dan memperkuat kerja sama internasional di tengah dinamika global yang berkembang.

“Dengan demikian, Komisi I DPR RI menegaskan bahwa eskalasi ini memiliki konsekuensi yang luas, namun Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip diplomasi damai, menjaga stabilitas dalam negeri, serta memperkuat kerja sama internasional agar tidak terjebak dalam arus konflik yang berkepanjangan,” pungkasnya ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Selat Bali

30 Juli 2026 - 18:54 WIB

Harga Komoditas Pangan Berisiko Naik karena El Nino

30 Juli 2026 - 18:33 WIB

Misi Dagang Jatim di Hong Kong Bukukan Kesepakatan Transaksi Rp12 Triliun

29 Juli 2026 - 19:38 WIB

BRI Tunjukkan Peran Motor Utama Pembiayaan Sektor Perumahan Nasional

29 Juli 2026 - 19:24 WIB

Tahun Depan Gaji Peserta Magang Nasional Bakal Naik

28 Juli 2026 - 19:45 WIB

Zulhas Bantah Ada Pengadaan Proyek Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T

28 Juli 2026 - 19:15 WIB

Trending di Nasional