Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PACITAN– Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang berhasil menempati peringkat pertama kategori Resilient Marathon dalam ajang Gelar Peralatan dan Kompetensi Penanggulangan Bencana Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Pacitan, pada 20 hingga 24 Juli 2026 ini diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur untuk menguji kesiapan, keterampilan, dan profesionalisme petugas penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, S.STP., M.Si., menyampaikan capaian ini sebagai buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta kekompakan seluruh anggota tim.
“Alhamdulillah, prestasi ini diraih berkat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Jombang, pimpinan daerah, serta doa dan dukungan dari seluruh rekan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah,” ujar Wiku dalam laporan resminya kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan Asisten I Setdakab Jombang.
Kompetisi Resilient Marathon menguji kemampuan menyeluruh tim dalam empat unsur utama:
- Pengelolaan posko penanggulangan bencana (Keposkoan)
- Penyelamatan di air (Water Rescue),
- Penanganan medis pertama (Medical First Responder)
- Serta kajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna).
Tim Jombang unggul dalam ketepatan prosedur, kecepatan penanganan, keselamatan kerja, dan kelengkapan administrasi serta analisis situasi yang disajikan.
Wiku menambahkan penghargaan ini bukan sekadar kemenangan perlombaan, melainkan tolok ukur kesiapan nyata saat bencana benar-benar terjadi.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas perlindungan masyarakat. Keahlian yang diasah hari ini akan menjadi bekal berharga saat kami turun langsung melayani warga yang membutuhkan,” tegasnya.
Prestasi ini disambut apresiasi tinggi oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. Bupati Jombang mengapresiasi semangat dan dedikasi tim yang mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
“Ini bukti bahwa dengan kerja sama, disiplin, dan niat tulus melayani, kita mampu bersaing dan menjadi yang terbaik. Semoga kemampuan ini terus terjaga dan ditingkatkan demi keselamatan warga Jombang,” ujarnya.
Dari sisi penyelenggara, Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur menilai persaingan tahun ini sangat ketat dengan peningkatan kemampuan peserta yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Peringkat pertama diraih Jombang, disusul Jember di urutan kedua dan Nganjuk di posisi ketiga.
Kegiatan Gelar Peralatan Tahun 2026 mengusung tema “Beyond Resilience: Membangun Kesiapan Menghadapi Ancaman Bencana yang Kompleks”.
Selain kompetensi teknis, ajang ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman, standarisasi prosedur, dan pemutakhiran pengetahuan bagi seluruh petugas penanggulangan bencana se-Jawa Timur.
Bagi BPBD Jombang, kemenangan ini menjadi tanggung jawab sekaligus penyemangat untuk terus mematangkan sistem peringatan dini, pelatihan rutin, serta kerja sama lintas sektor dan masyarakat.
“Kami tidak berpuas diri, melainkan berkomitmen memelihara dan meningkatkan standar pelayanan kami agar lebih cepat, tepat, dan menyeluruh dalam melindungi segenap masyarakat Jombang dari risiko bencana,” pungkas Wiku.**

















