Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

BEM UTM Fauzan Pimpin Aksi Unjukrasa di Bangkalan, Desak Pemkab Atasi Kriminalitas dan Sampah

badge-check


					BEM Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di bangkalan, menggelar aksi demo di kantor bupati Bangkalan. Mereka mendesak agar bupait segera menangani masalah kriminlistas,, sampah, jalan, serta lapangan kerja, Selasa, 3 Juni 2025. Instagram@bangkalanterkini Perbesar

BEM Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di bangkalan, menggelar aksi demo di kantor bupati Bangkalan. Mereka mendesak agar bupait segera menangani masalah kriminlistas,, sampah, jalan, serta lapangan kerja, Selasa, 3 Juni 2025. Instagram@bangkalanterkini

Penulis: Saifudin  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANGKALAN- Puluhan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM), melakukan aksi long march dan unjuk rasa soal kriminalitas dan evaluasi 100 hari Kinerja Bupati, di Bangkalan, Selasa, 3 Juni 2025.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi long march mahasiswa UTM asal Jombang di Bangkalan pada Selasa, 3 Juni 2025, adalah Fauzi yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa UTM. Ia menyampaikan berbagai tuntutan dan aspirasi dalam aksi tersebut, termasuk evaluasi 100 hari kinerja Bupati Bangkalan

Aksi ini dimulai di simpang tiga jalan Soekarno-Hatta – Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan, dan berlanjut ke depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Massa sempat melakukan pembakaran ban bekas sebagai simbol protes, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas dan memicu ketegangan dengan aparat keamanan dari Polres Bangkalan.

Ketegangan meningkat ketika mahasiswa menolak membuka blokade jalan sebelum Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan hadir untuk mendengarkan langsung tuntutan mereka.

Adu mulut dan perang argumentasi sempat terjadi antara mahasiswa dan aparat, namun akhirnya aksi bergeser ke depan kantor Pemkab Bangkalan setelah ada kesepakatan kedua belah pihak.

Tuntutan Mahasiswa
Aksi ini merupakan bentuk evaluasi terhadap 100 hari kinerja Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, Lukman Hakim dan Fauzan Jakfar, yang dinilai belum optimal dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah. Berikut adalah beberapa poin tuntutan utama mahasiswa:

  • Penyelesaian masalah sampah yang menumpuk di berbagai lokasi, termasuk TPS di belakang Stadion Gelora Bangkalan yang menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas masyarakat.
  • Penanganan banjir dan minimnya penerangan jalan di sekitar kampus UTM, yang dinilai membahayakan keselamatan mahasiswa, terutama saat musim penerimaan mahasiswa baru.
  • Penyediaan lapangan pekerjaan untuk menekan angka kriminalitas di Bangkalan, karena minimnya lapangan kerja dianggap sebagai salah satu penyebab meningkatnya kejahatan.
  • Pemasangan CCTV dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di area sekitar kampus UTM untuk meminimalisir kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang marak terjadi.
  • Mendesak Pemkab Bangkalan untuk segera membenahi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai tidak efektif dan mengalami kebocoran anggaran.

Respons Pemda
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyatakan apresiasi atas kritik dan tuntutan mahasiswa. Ia mengakui adanya keterlambatan dalam realisasi anggaran tahun 2025, namun menegaskan bahwa distribusi anggaran telah dilakukan ke setiap OPD dan pelaksanaan teknis tinggal menunggu waktu.

Masalah curanmor dan sampah juga diakui sebagai prioritas yang akan segera ditangani sesuai dengan anggaran yang telah disetujui.

Aksi long march dan demonstrasi mahasiswa UTM, termasuk mahasiswa asal Jombang, pada 3 Juni 2025 di Bangkalan merupakan bentuk kontrol sosial dan evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah.

Aksi ini sempat diwarnai ketegangan namun berjalan kondusif setelah kedua pihak menahan diri. Tuntutan mahasiswa menyoroti isu-isu krusial seperti sampah, banjir, keamanan, dan ekonomi daerah yang belum tertangani secara optimal oleh Pemkab Bangkalan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuntut Keadilan, 50 Perwakilan Karyawan PT SGS Unjuk Rasa di Disnaker Jombang

17 Juli 2026 - 21:12 WIB

Runway Bandara Juanda Direvitalisasi, Airbus A380 Ditarget Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah karena Faktor Ekonomi

17 Juli 2026 - 19:53 WIB

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Trending di Nasional