Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Menag Nasaruddin Umar Perkenalkan Kurikulum Cinta di Universitas Katolik dan Mendoakan Paus Fransiskus

badge-check


					Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada acara bedah buku di Universitas Atmajaya, Jakarta, Selasa (25/2/2025) (Foto: KREDONEWS.COM/ Istimewa) Perbesar

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada acara bedah buku di Universitas Atmajaya, Jakarta, Selasa (25/2/2025) (Foto: KREDONEWS.COM/ Istimewa)

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Hadi S Purwanto

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memperkenalkan konsep Kurikulum Cinta dalam acara Kolokium dan Bedah Buku Memaknai Pembelajaran: Lima Bulan Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus.

Acara yang dikemas dengan peluncuran buku Salve Peregrinans Spei! ini digelar di Auditorium Gedung Yustinus, Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2025}.

“Jangan sampai kita mengajarkan agama, tetapi tanpa sadar menanamkan kebencian. Agama harus menjadi inspirasi, bukan beban,” ujar Menag Nasaruddin Umarsembari tersenyum.

Dikatakan Menag Nasaruddin, Kurikulum Cinta dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kasih dan toleransi sejak dini.

“Toleransi sejati bukan menyatukan yang berbeda atau memaksa kesamaan, tetapi membangun penghormatan dan cinta di antara perbedaan,” kata Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

“Makin berhasil kita mengelola keberagamaan, akan memberikan kontribusi besar pada citra Indonesia kepada dunia luar,” tuturnya.

Apa Kurikulum Cinta?
Kurikulum ini tidak hanya menekankan pada aspek kognitif atau pengetahuan semata, tetapi juga pada aspek afektif (emosi) dan psikomotorik (keterampilan).

Tujuannya adalah untuk membentuk manusia yang seimbang secara intelektual, emosional, dan spiritual.

Cinta (mahabbah) dijadikan sebagai landasan utama dalam proses pembelajaran. Peserta didik diajak untuk mencintai Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, mencintai Rasulullah SAW dengan meneladani akhlaknya, mencintai sesama manusia dengan bersikap baik dan toleran, serta mencintai alam semesta dengan menjaganya dan memanfaatkannya secara bijak.

Kurikulum ini menggunakan pendekatan humanis yang menghargai potensi dan keunikan setiap peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan memotivasi peserta didik untuk mengembangkan diri secara optimal.

Menurut Menag Nasaruddin, keberhasilan kebijakan Kementerian Agama tidak hanya diukur dari aspek formalitas, tetapi dari kedekatan ajaran agama dengan umatnya.

“Toleransi sejati adalah kunci untuk menghindari provokasi dan menciptakan kedamaian di masyarakat. Jika kita menciptakan ikatan cinta sejak usia dini, maka akan lebih sulit bagi pihak mana pun untuk memecah belah bangsa ini,” ujarnya.

Menag Nasaruddin juga mengajak para tamu dan peserta acara mendoakan Paus Fransiskus yang sedang sakit.

“Saya mengajak untuk mendoakan sekali lagi, Paus Fransiskus, Bapak atau Sahabat teladan kemanusiaan kita, agar dia pulih sehat kembali dan bisa bersama-sama memberi pencerahan tentang kemanusiaan,” tuturnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sempat Kabur, Maling Motor Tak Berkutik Diringkus Polisi

4 Agustus 2026 - 14:06 WIB

RI Tangkap 10 Pilot Malaysia 2021-2026, Dimanfaatkan Kartel Jadi Kurir Narkoba

4 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Lolos dari Negara Asal, Kopilot Malaysia Tertangkap Bawa 12,7 Kg Narkoba di Bandara Soeta

4 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mantan Ketum HIPMI Akbar Himawan Penerima Rp3,5 M, Kasus Gratifikasi DJKA Sumut

3 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Pajak Marketplace Diprotes, Ditjen Pajak Janji Evaluasi

3 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Kemenhub Evaluasi Tarif Penerbangan, Fuel Surcharge Maksimal 30%

3 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Menelisik Akar Terorisme (44): Eropa Rancang Perbudakan Manusia

3 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Update Kebakaran KM Mutiara 2: Lima Orang Meninggal 41 Hilang, 225 Selamat

2 Agustus 2026 - 20:32 WIB

KM Mutiara 2 Terbakar di Perairan Sapudi, 136 Selamat 7 Orang Luka Ringan

2 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Trending di News