Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Hacker Bashe Minta Tebusan $1 Juta, BRI Menjamin Uang dan Data Nasabah Aman

badge-check


					Pernyataan resmi BRI menjamin keamanan keuangan dan data nasabah, menghadapi ancaman ransome hacker Bashe. Tangkap laya video@MetroTV Perbesar

Pernyataan resmi BRI menjamin keamanan keuangan dan data nasabah, menghadapi ancaman ransome hacker Bashe. Tangkap laya video@MetroTV

Penulis: Hadi S. Purwanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Hacker kelompok Bashe meminta uang tebusan sebesar $1 juta (setara Rp 15,5 miliar) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) setelah mengklaim telah membobol data bank tersebut. Permintaan tebusan ini harus dibayar sebelum batas waktu yang ditentukan, yaitu hingga pukul 16.00 WIB pada tanggal 23 Desember 2024.

BRI telah mengeluarkan pernyataan bahwa data dan dana nasabah tetap aman, dan seluruh sistem perbankan beroperasi normal. Mereka menegaskan bahwa tidak ada serangan ransomware yang berhasil masuk ke dalam sistem mereka.

Direktur Digital dan IT BRI, Arga M Nugraha, menyatakan bahwa sistem keamanan mereka memenuhi standar internasional dan terus diperbarui untuk menghadapi berbagai ancaman. Dia menegaskan bahwa BRI tidak mengalami serangan ransomware dan bahwa seluruh sistem perbankan serta layanan transaksi berjalan normal.

Ia menyatakan bahwa data dan dana nasabah tetap aman, dan langkah-langkah proaktif telah diambil untuk melindungi informasi nasabah. Meskipun ada klaim dari Bashe mengenai pencurian data, BRI menolak anggapan bahwa data yang dipublikasikan berasal dari sistem mereka. Arga menyebutkan bahwa hasil asesmen mendalam menunjukkan tidak ada ancaman ransomware terhadap sistem internal BRI.

BRI menekankan bahwa sistem keamanan mereka memenuhi standar internasional dan terus diperbarui untuk menghadapi potensi ancaman siber. Mereka berkomitmen untuk menjaga keamanan data nasabah dan memastikan layanan perbankan tetap berfungsi dengan baik.

Secara keseluruhan, reaksi BRI menunjukkan upaya untuk meredakan kekhawatiran publik dan memastikan bahwa mereka tetap dapat dipercaya dalam hal keamanan data nasabah di tengah ancaman yang ada.

Kelompok Bashe mengklaim telah mencuri data pribadi, klien, dan keuangan dari BRI. Mereka menggunakan metode pemerasan ganda, yaitu mengenkripsi data korban dan mengancam untuk mempublikasikan informasi sensitif jika tebusan tidak dibayar

Para ahli keamanan siber meragukan keparahan serangan ini. Beberapa analisis menunjukkan bahwa data yang diungkap oleh Bashe mungkin tidak berasal dari sistem BRI, dan ada indikasi bahwa serangan ini mungkin tidak seberat yang dialami oleh lembaga lain sebelumnya

Saat ini, BRI berusaha untuk memastikan nasabah bahwa layanan mereka tetap aman dan berfungsi dengan baik, meskipun ada ancaman dari kelompok hacker. Sementara itu, batas waktu untuk pembayaran tebusan oleh Bashe akan segera berakhir, dan situasi ini terus berkembang seiring dengan penilaian lebih lanjut terhadap potensi ancaman yang ada.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuntut Keadilan, 50 Perwakilan Karyawan PT SGS Unjuk Rasa di Disnaker Jombang

17 Juli 2026 - 21:12 WIB

Runway Bandara Juanda Direvitalisasi, Airbus A380 Ditarget Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah karena Faktor Ekonomi

17 Juli 2026 - 19:53 WIB

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Trending di Nasional