Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Tanggul Laut Jakarta Hingga Gresik, Hartarto: Diminati China, Belanda dan Jepang

badge-check


					Tanggul Laut Jakarta Hingga Gresik, Hartarto: Diminati China, Belanda dan Jepang Perbesar

KREDEONEWS.COM, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan sejumlah negara maju melirik Giant Sea Wall (GSW), proyek tanggul laut raksasa yang direncanakan membentang dari Jakarta hingga Gresik, Jawa Timur.

Untuk menggandeng lebih banyak investor asing kelas kakap, pemerintah telah bertemu dengan beberapa otoritas di negara maju, dua di antaranya adalah China dan Jepang.

“Kemarin sudah dibahas dengan China, dengan Jepang dan juga dengan beberapa negara lain yang mereka cukup tertarik untuk pengembangan Giant Sea Wall,” ujar Airlangga saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 11 Desember 2024.

Dalam tahapannya, kajian soal pembangunan tanggul laut raksasa ini sebagiannya telah rampung dilakukan. Sehingga, arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa proyek mulai dibangun di sisi barat atau dari Banten sampai ke Cirebon, Jawa Barat.

“Jadi satu mengenai Giant Sea Wall itu kita sedang melakukan studi-nya sebagian besar sudah selesai. Kemudian kita akan bahas lebih detail mengenai fasenya. Nah arahan Bapak Presiden fase pertama itu yang di sebelah barat,” kata dia.

Adapun skema investasi Giant Sea Wall ditempuh melalui public private partnership (PPP) atau kemitraan publik swasta (KPS). Artinya, bakal ada kerja sama pemerintah dan badan usaha swasta untuk menyediakan dan membiayai proyek itu.

Airlangga menyebut, Indonesia berpengalaman mengembangkan proyek dengan skema public private partnership.

“Dan kita akan mengembangkan itu berdasarkan public private partnership. Kita kan sudah punya pengalaman dalam public private partnership. Dan dari pengalaman kita melihat bahwa beberapa negara yang melakukan itu antara lain Korea dan juga Belanda. Sehingga mereka juga dilibatkan dalam studi ini, sehingga tentu ini masih ke depan kita akan persiapkan,” ucap dia.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komjen Totok Suharyanto: Febrie Adriansyah Tersangka!

11 Juli 2026 - 18:36 WIB

OTT di Sukoharjo, KPK Tahan Etik Suryani serta Sita Uang dan Emas Total Rp 21 Miliar

11 Juli 2026 - 17:34 WIB

Kejati DKI Geledah Kantor Kemen PU, Menteri Dody Hanggodo: Mau Periksa Ruanganku Silakan !

11 Juli 2026 - 14:57 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur Sabtu Dinihari, Jumat Siang Masih Menyangkal Sangkaan TPPU

11 Juli 2026 - 14:01 WIB

Febrie Adriansyah Menyatakan Tak Punya Hubungan dengan Kafe d’Clan, Uang dan Emas di Sentul City Ada Pemiliknya

10 Juli 2026 - 22:28 WIB

Resmikan 5 Bendungan, Prabowo: Koruptor Itu Bajingan, Ingat Bintangmu Sepatumu Itu dari Rakyat

10 Juli 2026 - 20:46 WIB

Uang Assalamualaikum Rp37 Miliar: KPK Tahan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono

10 Juli 2026 - 19:21 WIB

3 Santri Korban Pembakaran, Polda NTB Tetapkan Satu Santri dan Ketua Yayasan Pondok Jadi Tersangka

10 Juli 2026 - 13:56 WIB

KPK Lakukan OTT ke Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diangkut ke Solo

10 Juli 2026 - 08:03 WIB

Trending di News