Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM— Selama revolusi 1848, Bakhunin mendukung perjuangan semua orang, bangsa Slavia dan Magyars serta Jerman melawan para rejim mereka yang menindas.

Pada masa yang sama, Marx mengecam bangsa Slavia dan revolusi-revolusi petani termasuk ‘sikap bodoh kehidupan pedesaan.’ Sayangnya, visi global Bakhunin, tentang revolusi dikaburkan oleh dukungannya pada masa itu terhadap revolusi-revolusi nasional.

Karena itu dia pun ditangkap dan dipenjarakan di Saxony sebelum diekstradisi ke Rusia supaya dipenjarakan di benteng-benteng St. Peter dan Paul yang keras di St. Petersburg.

Ia mampu bertahan dalam kehidupan getir berbagai penjara itu sehingga dikirimkan ke pembuangan di Siberia. Pada 1816, dia berhasil melarikan diri dan mencapai pusat revolusioner bagi semua korban pembuangan, London.

Dari sana, dia melanjutkan perdebatannya dengan Karl Marx setelah berhasil membangun Asosiasi Pekerja Pria Internasional Pertama (First International Workingmen’s Association) kemudian melakukan pertemuan berbahaya dengan sang revolusioner Rusia, Nechayev, pelindung nihilisme.

Teroris muda kharismatis ini berhasil membujuk Bakhunin pada 1869 di Jenewa untuk menyediakan dana dan mengunjungi Komite Sentral Aliansi Revolusoner Eropa yang penuh khayalan. Bersama-sama, keduanya menghasilkan delapan pamfet.

Pamflet paling ekstrim dari semuanya adalah Revolutionary Cathechism (Katekismus Revolusioner), yang lebih merupakan karya Nechayev, dan menjadi dokumen pertama yang merumuskan ideologi dan psikologi teroris politik.

Revolusioner adalah manusia yang malang. Dia tidak memiliki kepentingan pribadi, tidak punya urusan, perasaan, ikatan, harta milik, bahkan tidak memiliki nama sendiri.

Semua yang ada di dalam dirinya terserap oleh satu kepentingan, satu pikiran, satu nafsu eksklusif — revolusi…

Seluruh sistem sosial yang hina dina seharusnya dibagi dalam beberapa kategori. Dalam kategori pertama, ada orang-orang yang dihukum mati tanpa perlu ditunda lagi.

Aliansi seharusnya membuat daftar orang-orang yang dihukum akibat kerugian yang mereka timbulkan terhadap berhasilnya sebuah penyebab…

Aliansi tidak memiliki tujuan lain selain menyempurnakan pembebasan dan kebahagiaan massa, kebahagiaan rakyat yang hidup dari pekerjaan tangannya.

Tetapi, yakin bahwa kebebasan serta tercapainya kebahagiaan hanya mungkin terjadi melalui revolusi popular yang menghancurkan semuanya, maka Alliansi dengan semua sarana dan kekuataannya memperluas pembangunan dan penyuluhan orang-orang jahat dan bencana-bencana ini yang akhirnya harus menguras tuntas kesabaran rakyat dan mendorong mereka melakukan kerusuhan umum…
26.

Mengkonsolidasi pekerjaan ini menjadi kekuataan yang dapat dilihat sembari menghancurkan semuanya menjadi obyek utama organisasi kita; inilah konspirasi kita, tugas kita.

Nechayev meninggalkan Swiss guna melancarkan revolusi di Rusia. Dia membentuk sebuah masyarakat dan suratkabar bernama The Retribution of The People ( Balas Dendam Rakyat). Dia pun mengorganisasikan kelompok–kelompok para konspirator berdasarkan prinsip kaum Illuminati (Kaum Yang Tercerahkan).

Yaitu bahwa setiap sel yang terdiri dari lima anggota memiliki seorang pemimpin yang melaporkan kepada komite sentral, yang bertanggung jawab kepada Nechayev sendiri.

Ketika ditentang karena kecenderungan otorianismenya oleh Ivanov, seorang anggota komite, Nechayev pun membunuhnya di sebuah taman. Jenazahnya diberi batubata sebagai pembeban kemudian dibuang ke dalam sebuah sendang.

Nechayev dengan demikian mengimplikasikan adanya para revolusioner lain dalam darah persaudaraan kejahatan.

Ketika polisi rahasia Rusia menyelidiki kasus pembunuhan itu, Nechayev melarikan diri lagi kepada Bakhunin di Swiss.

Dia diterima dengan senang hati oleh sang anarkis yang sedang menua, yang menuliskan tentang kemungkinan penderitaan anak didik dan pengikutnya:

Dia ditangkap, dipukul babak belur setengah mati, kemudian dibebaskan hanya untuk mulai dipukul babak belur lagi. Para penyiksanya itu memiliki kemampuan menyiksa yang sama. Individu tidak diperhitung.

Tempatnya diambil alih oleh orang banyak, yang tidak terlihat, tidak diketahui dan tidak jelas, namun selalu bekerja setengah mati setiap hari dan setiap hari pula dihidupkan kembali.

Dalam jumlah lusinan mereka ditangkap namun ratusan orang bakal datang menggantikan mereka.

Individu menghilang, tetapi orang banyak itu abadi tumbuh kembang kekuatannya dari hari ke hari. (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Eri Cahyadi Melarang Sekolah Jualan Seragam, Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Acara ODL

24 September 2026 - 09:24 WIB

Hasil Tes DNA Jenazah yang Ditemukan adalah Surakman Awak Arupadatu 1, Posisi 380 Km di Perairan Enggano

24 September 2026 - 03:23 WIB

351 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Keracunan MBG: 6 Rawat Inap 19 Kondisi Memburuk Dirujuk ke RSUD

23 September 2026 - 23:02 WIB

Trending di News