Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Keterlaluan Tiga Kali SMAN 1 Tunjungan Blora Keracunan, Wabup Perintahkan SPPG Sukorejo 2 Tutup Permanen

badge-check


					Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Hj. Sri Setyorini, langsung ke lokasi SPPG Sumberejo 2, dan diusulkan tutup permanen. Foto: ist Perbesar

Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Hj. Sri Setyorini, langsung ke lokasi SPPG Sumberejo 2, dan diusulkan tutup permanen. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BLORA — Kepala SMAN 1 Tunjungan, Dra. Hj. Siti Aminah, M.Pd., mengaku telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran atas kualitas makanan dari SPPG Sukorejo 2 sejak kasus pertama April lalu.

Pernyataan itu disampaikan Selasa, 8 September 2026, saat ditemui media di sekolah, akibat ketacunan berulang Senin, 7 September 2026.

“Kami sudah menyampaikan keberatan sejak kasus pertama dan kedua,” ujarnya, Selasa, 8 September 2926.

“Tapi kami tidak punya wewenang menolak. Jawabannya selalu: sedang diperbaiki. Hari ini anak-anak kami yang jadi korban.”

Tanda Tangan 

Komite sekolah pun membuktikan telah memperingatkan lebih awal. Surat berisi tanda tangan puluhan orang tua dikirim ke Dinas Pendidikan Blora pada akhir Juli 2026, meminta pengganti penyedia.

Surat itu diterima resmi namun tak kunjung ditindaklanjuti. “Sekarang ratusan anak sakit. Surat itu kami simpan sebagai bukti,” tegas perwakilan komite sekolah.

Para siswa pun kini menyuarakan ketakutan. “Setiap kali bunyi bel makan siang, kami deg-degan,” ungkap Rafa Eka Bagos, salah satu korban.

“Ini sudah ketiga kalinya. Kami takut makan di sekolah.”

Tiga Kali

Untuk ketiga kalinya siswa SMAN 1 Tunjungan, Blora, Jateng, tertimpa kasus keracunan.

Yang ketiga ini, sebanyak 137 siswa dan guru SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis pada Senin, 7 September 2026.

Yang membuat peristiwa ini sungguh memilukan adalah peristiwa ini kejadian ketiga dari penyedia yang sama — SPPG Sukorejo 2 — dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.

Dua kali sebelumnya, peringatan diberikan. Dua kali sebelumnya, tidak ada tindakan tegas. Hingga akhirnya ratusan anak jatuh sakit.

Dibuktikan

Kronologi kelalaian yang berulang bermula pada April 2026, ketika pertama kali dilaporkan siswa di wilayah Kecamatan Tunjungan mengalami sakit perut dan mual setelah makan dari penyedia yang sama.

Pemerintah Kabupaten Blora memberikan peringatan tertulis dan pembinaan. SPPG berjanji memperbaiki — dan tetap beroperasi.

Belum genap tiga bulan, pada Juli 2026, keluhan serupa muncul kembali di sekolah lain di sekitar Tunjungan.

Dinas Kesehatan Blora turun langsung, menemukan ketidakberesan standar kebersihan, dan memberikan teguran keras dengan tenggat waktu perbaikan. Namun sekali lagi, tidak ada penghentian.

SPPG Sukorejo 2 tetap memasak dan menyalurkan makanan ke anak-anak sekolah.

Lalu pada Senin, 7 September 2026, yang terburuk terjadi. Makan siang berupa nasi, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, dan sayur brokoli jagung dikonsumsi siswa SMAN 1 Tunjungan.

Mulai dini hari Selasa, anak-anak mulai jatuh sakit — satu per satu, berderet. Total 133 siswa sakit di sekolah dan 3 siswa di rumah, ditambah satu guru, berjumlah 137 orang.

Enam harus dilarikan ke klinik, satu siswi dalam kondisi lemah dengan keluhan detak jantung.

Wakil Bupati

Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Hj. Sri Setyorini, langsung berada di lokasi pagi itu. Keputusannya tegas dan lugas.

“Sudah kejadian dua kali dan ini yang ketiga. Tidak ada pilihan lain — SPPG Sukorejo 2 kami usulkan ditutup permanen, dan diminta mengembalikan seluruh dana yang telah diterima ke Badan Gizi Nasional.” Kata wakil bupati.

Distribusi langsung dihentikan. Tim medis dari Puskesmas Tunjungan memberikan pertolongan.

Sampel makanan diambil untuk uji laboratorium Dinas Kesehatan. Namun pertanyaan terbesar tetap menggantung: mengapa dua peringatan sebelumnya tidak cukup untuk melindungi anak-anak?

Mengapa dapur yang sudah terbukti bermasalah dua kali masih diberi kesempatan ketiga kalinya?

Hingga saat ini, pihak SPPG Sukorejo 2 belum memberikan satu kata pun klarifikasi maupun permohonan maaf.

Identitas pemiliknya pun belum transparan ke publik — data administrasi tertahan di tingkat pusat.

Keracunan massal bukanlah kecelakaan tunggal ketika sudah terjadi ketiga kali. Ini adalah kegagalan sistemik.

Peringatan yang diabaikan, pengawasan yang lemah, dan pertanggungjawaban yang terlambat.

Seratus tiga puluh tujuh nyawa anak adalah harga yang terlalu mahal untuk sebuah “teguran” yang tidak pernah ditindaklanjuti.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Elektabilitas Gerindra Naik 14.4 Persen, Rahmat Muhajirin: Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

9 September 2026 - 09:30 WIB

Mendahului Neuralink, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Pulihkan Penderita Lumpuh

8 September 2026 - 06:57 WIB

Menelisik Akar Terorisme (54): Ritual Goor Kaum Thug untuk Mencekik

8 September 2026 - 06:35 WIB

800 Karateka Ikuti Gelar Gashuku II Lintas Kyokushin Jatim di Purwodadi

8 September 2026 - 05:59 WIB

Waspadai Risiko Abu Vulkanik, IDAI Merilis 13 Rekomendasi untuk Jaga Kesehatan Anakanak

8 September 2026 - 05:21 WIB

Indek Kepuasan Subandi- Mimik Turun, Ahmad Muzayyin: Jadikan Early Warning, bukan untuk Saling Menyalahkan

7 September 2026 - 16:01 WIB

Parlemen Protes Keras, PM Albania Angkat AI Diela Jadi Menteri untuk Cegah Korupsi

7 September 2026 - 15:33 WIB

God’s Eyes View Proyek Nebius: Mengubah Kekuasaan Teknologi dari Pusat Komando ke Seluruh Umat Manusia!

7 September 2026 - 13:50 WIB

Direktur RSKKA Dr Agus Harianto Dorong Agar Iluni Memiliki RS Kapal demi NKRI

7 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di News