Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Beras RI Kalah Murah dari Thailand-Vietnam, Mentan: Subsidi Kita Kecil

badge-check


					Mentan Andi Amran Perbesar

Mentan Andi Amran

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengakui efisiensi biaya dan ongkos produksi beras Indonesia masih kalah dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

Menurut Amran besarnya alokasi subsidi pertanian yang dikucurkan pemerintah Thailand dan Vietnam menjadi pembeda utama ketimpangan biaya produksi beras domestik dengan negara tersebut.

Hal ini disampaikan Amran menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menyebut biaya produksi beras petani lokal tiga kali lebih mahal dari dua negara tetangga itu.

“Pernyataan Pak Menko itu benar. Di sana subsidinya besar. Saya mempelajari bahkan di Arkansas, Amerika, hingga China subsidinya itu mencapai 70-80%” kata Amran saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Menurutnya secara umum biaya produksi beras di Indonesia masih sama dengan Thailand dan Vietnam. Hanya saja pemerintah tidak mengucurkan subsidi sektor pertanian sebesar negara-negara tetangga.

“Sebenarnya sama saja kalau dibandingkan, tapi subsidi kita kan kecil banget dibanding negara lain,” ujarnya.

Saat ditanya apakah pemerintah akan meningkatkan subsidi sektor pertanian untuk meningkatkan daya saing nasional, Amran menilai tingkat subsidi yang ada saat ini sudah cukup. Terlebih di tengah keterbatasan anggaran.

Menurutnya Kementan lebih berfokus memaksimalkan dorongan teknologi, efisiensi rantai pasok, serta mekanisasi pertanian guna menggenjot produktivitas dan pendapatan petani.

“Cukuplah dulu. Ini kan APBN juga,” tandasnya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KAI Tambah Tiga Perjalanan Kereta Menuju Jakarta

7 September 2026 - 20:10 WIB

Purbaya Masih Bimbang Terapkan Cukai Minuman Berpemanis di 2027

7 September 2026 - 19:49 WIB

Indonesia Dikepung Erupsi: Gunung Semeru dan Anak Krakatau Meletus Bersamaan Hari Ini

6 September 2026 - 19:16 WIB

Garuda Hentikan Layanan Penerbangan hingga Senin Siang

6 September 2026 - 19:01 WIB

Ada Promo Bright Gas Diskon Rp 25 Ribu, Begini Cara Dapatnya

4 September 2026 - 19:56 WIB

Praktik Curang Produsen Diduga Jadi Penyebab Naiknya Harga Beras

4 September 2026 - 19:45 WIB

Taman Wisata Alam Kawah Ijen Ditutup Sementara Imbas Karhutla

4 September 2026 - 19:33 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Pengampunan Pajak Selama Masih Jabat

3 September 2026 - 18:37 WIB

RI Posisi ke-4 Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia, di Bawah Timor Leste

2 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional