Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Para ilmuwan Tiongkok telah menciptakan komposit berlian yang sekeras berlian alami tetapi hingga enam kali lebih kuat, sehingga tahan terhadap benturan yang akan menghancurkan berlian konvensional.

Material ini, yang dikembangkan oleh para peneliti dari Institut Fisika Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Universitas Beihang, mengatasi salah satu kelemahan terbesar berlian: kerapuhannya.

Berlian adalah material alami terkeras dan banyak digunakan dalam alat pemotong, pengeboran, dan pemoles. Namun, seperti kaca, berlian dapat retak akibat benturan keras. Upaya untuk membuat berlian lebih kuat biasanya justru mengurangi kekerasannya.

Tim Tiongkok menemukan cara untuk mengatasi kompromi tersebut dengan memperkuat berlian menggunakan nanotube karbon berdinding ganda, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Synthesis pada 9 Juli, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post .

Nanotube pada dasarnya bertindak seperti batang baja yang memperkuat beton. Mereka membentuk jaringan penyangga internal yang menyerap gaya dan mencegah retakan menyebar dengan cepat, membuat berlian lebih sulit pecah tanpa mengurangi kekerasannya.

Uji laboratorium menunjukkan bahwa material baru ini lima hingga enam kali lebih kuat daripada berlian konvensional, sementara kekerasannya tetap hampir sama. Kekuatannya juga melampaui paduan tungsten biasa yang digunakan dalam amunisi penembus lapis baja.

Material ini pada akhirnya dapat digunakan dalam alat pemotong super keras, mata bor geologi, dan komponen kedirgantaraan yang perlu menahan benturan keras dan keausan ekstrem.

Terobosan ini terjadi seiring dengan ditemukannya kegunaan baru berlian sintetis di luar perhiasan dan aplikasi industri tradisional, khususnya dalam industri kecerdasan buatan yang berkembang pesat.

Produsen berlian hasil laboratorium di China mendapat keuntungan dari meningkatnya permintaan dalam pembuatan chip canggih, di mana berlian semakin banyak digunakan untuk menghilangkan panas dari semikonduktor AI yang canggih, seperti yang dilaporkan Bloomberg pada bulan Juni.

Para analis mengatakan bahwa berlian semakin dipandang sebagai alternatif yang lebih baik daripada material pendingin tradisional seperti tembaga dan aluminium, dan penggunaannya diperkirakan akan meluas di seluruh chip AI dan pusat data.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

Trending di Headline