Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, KUMAMOTO – JEPANG – Serangkaian gempa berkekuatan besar mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang pada Selasa, 28 Juli 2026.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melalui Kepala Bagian Gempa dan Tsunami, Takeshi Nishimura, membenarkan bahwa terjadi tiga getaran besar berurutan dalam waktu kurang dari satu jam.
- pertama berkekuatan Magnitudo 6,1 pukul 12.57 Waktu Jepang
- diikuti Magnitudo 7,1 pukul 12.58 berpusat di wilayah dekat Kota Uki, dan Magnitudo 7,1
- terjadi pukul 13.38 berpusat di wilayah dekat Kota Ashikita.
Meskipun getaran dirasakan sangat kuat hingga skala intensitas 6+, pihak berwenang memastikan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.
Sekretaris Jenderal Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, jumpa pers resmi Rabu, 29 Juli 2026 pukul 08.30 waktu setempat, merilis data sementara mengenai dampak korban jiwa:
“Sampai saat ini tercatat dua orang meninggal dunia, yaitu warga lanjut usia berusia 82 tahun di Kota Uki dan berusia 79 tahun di Kota Ashikita, keduanya meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Selain itu tercatat 147 orang mengalami luka-luka, 23 di antaranya menderita luka berat.”
Sementara data Dinas Sosial dan Kesejahteraan Prefektur Kumamoto mencatat sebanyak 3.129 warga terpaksa mengungsi ke 114 titik tempat penampungan sementara demi keselamatan.
Gubernur Prefektur Kumamoto, Ikuo Kabashima, melaporkan hasil pemeriksaan tim gabungan bahwa kerusakan yang terjadi cukup meluas.
Sebanyak 87 unit rumah warga roboh sepenuhnya, 492 unit mengalami kerusakan berat, dan lebih dari 2.300 bangunan lain mengalami retakan hingga kerusakan ringan.
Kerusakan terparah terlihat pada ruas jalan tol Kyushu seksi Uki hingga Yatsushiro yang permukaannya terlihat bergelombang, retak lebar, dan terpisah sejauh beberapa sentimeter persis seperti terekam rekaman udara awak Asahi Shimbun.
Ruas ini kini ditutup total sampai pemeriksaan keamanan tuntas. Selain itu jalan penghubung nasional dan kabupaten terputus di 12 titik, membuat akses ke sejumlah desa di daerah pegunungan terputus sama sekali.
Dampak
- Bandara: Direktur Bandara Kumamoto, Masaharu Sakamoto, memastikan Bandara Internasional Kumamoto sempat ditutup total selama sekitar 4 jam pasca gempa untuk pemeriksaan landasan dan bangunan. Kini sudah dibuka kembali namun penerbangan masih berjalan terbatas, sekitar 32 jadwal keberangkatan dan kedatangan dibatalkan sementara.
- Kereta Api: Menurut pernyataan resmi Kepala Divisi Operasi JR Kyushu, Kenjiro Shimada, sebanyak 47 stasiun di jalur Shinkansen Kyushu, jalur utama lokal, dan jalur komuter diberhentikan seluruh operasinya.
- Jalur kereta cepat antara Hakata hingga Kagoshima-Chuo sempat berhenti total, kini baru beroperasi terbatas pada jarak pendek dengan kecepatan lambat.
- Transportasi Laut: Kepala Pelabuhan Yatsushiro dan Amakusa, Toru Nakamura, melaporkan dermaga dan tembok penahan ombak mengalami retakan dan pergeseran, sehingga layanan kapal penyeberangan ke pulau-pulau sekitar Amakusa dihentikan sementara sampai dipastikan aman.
- Kerusakan Ekonomi: Selain prasarana, 28 unit pabrik dan gudang di kawasan industri mengalami kerusakan pada bangunan maupun peralatan produksi.
Lembaga Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bencana Jepang memperkirakan kerugian material sementara mencapai kisaran Rp12 hingga Rp15 triliun.
Angka ini belum memasukkan kerugian tidak langsung seperti terhentinya kegiatan usaha, pariwisata, dan rantai pasokan yang sedang dihitung secara bertahap.
Pemerintah Jepang telah mengaktifkan sepenuhnya sistem penanggulangan bencana nasional, mengirim tim penyelamat, peralatan berat, serta bantuan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Kepala Badan Meteorologi Takeshi Nishimura mengingatkan masyarakat tetap waspada karena potensi gempa susulan berkekuatan 5,0 atau lebih masih tinggi dalam kurun waktu satu minggu ke depan.**

















