Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PASURUAN– Kecelakaan beruntun yang memakan korban jiwa terjadi di Jalan Raya Surabaya–Malang, tepatnya di dusun Mojorejo, desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin pagi, 27 Juli 2026.
Sebuah truk gandeng bermuatan tumpukan kertas diduga mengalami kegagalan sistem pengereman saat menuruni tanjakan, hingga hilang kendali dan menghantam sejumlah kendaraan serta bangunan warga.
Peristiwa bermula sekitar pukul 06.15 WIB, saat kendaraan bernomor polisi N 9189 UA melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat, sopir truk berinisiatif mengerem namun kendaraan tidak melambat, diduga karena rem blong.
Truk kemudian menabrak beruntun mobil tangki air, dua sepeda motor, menerobos pembatas jalan, dan akhirnya menghantam lima unit rumah warga serta kendaraan yang terparkir di pinggir jalan sebelum berhenti.
Saksi Mata
Saksi mata setempat, Sutrisno, menceritakan suasana yang mencekam sesaat sebelum kejadian.
“Terdengar suara rem berdecit sangat keras, disusul bunyi tabrakan bertubi-tubi yang sangat dahsyat. Tak lama kemudian warga berlarian berteriak meminta tolong karena ada orang terjepit dan bangunan yang rubuh,” ujarnya.
Dari hasil identifikasi sementara, sopir truk bernama Sukamto (48 tahun), warga Tulungagung, sempat terjepit di kabin yang penyok parah namun berhasil dievakuasi tim gabungan dengan luka berat dan kini dirawat di RSUD Bangil.
Satu orang meninggal dunia, berinisial S (32 tahun), pengendara sepeda motor warga Pasuruan; jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga sedang, sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah penanganan medis.
Pihak kepolisian telah mengamankan kendaraan dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab teknis maupun kelalaian pengemudi.
Arus lalu lintas sempat lumpuh total selama dua jam saat proses evakuasi dan pembersihan lokasi, kini sudah berjalan kembali dengan pengaturan petugas.
Pemerintah desa dan pihak berwenang mulai mendata kerusakan bangunan serta kendaraan milik warga yang terdampak untuk penanganan selanjutnya.
Pihak berwenang mengimbau pengemudi kendaraan besar untuk memeriksa kelayakan kendaraan terutama sistem pengereman sebelum melintas di jalur yang banyak tanjakan dan turunan curam, serta menjaga jarak aman dan kecepatan yang wajar guna mencegah kejadian serupa terulang.
Kronologi
1. Pukul 06.15 WIB: Truk trailer bermuatan kertas (N 9189 UA) melaju dari arah Malang ke Surabaya menuruni tanjakan di Dusun Mojorejo. Sopir mencoba mengerem namun sistem pengereman tidak berfungsi sama sekali (rem blong), kendaraan makin cepat dan hilang kendali.
2. Tabrakan pertama: Menghantam dari belakang mobil tangki air yang sedang melaju pelan di depannya.
3. Tabrakan kedua: Terus melaju dan menabrak dua sepeda motor yang sedang melintas di sisi kanan jalan.
4. Tabrakan ketiga: Menerobos pembatas jalan beton, lalu menabrak tiga unit kendaraan roda empat yang terparkir rapi di bahu jalan.
5. Tabrakan terakhir: Tidak berhenti, truk tersebut akhirnya menghantam lima unit rumah warga yang berdiri tepat di pinggir jalan, merobohkan pagar, tembok depan, dan teras bangunan, hingga akhirnya berhenti tersangkut di sela-sela bangunan yang rusak.**

















