Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PURWOKERTO, BANYUMAS – Insiden memilukan terjadi saat ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest Seri ke-3 Tahun 2026 digelar di kompleks GOR Satria Purwokerto, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026).
Sebuah tribun penonton non-permanen ambruk seketika, menimpa puluhan pengunjung yang hadir menyaksikan pertandingan balap.
Peristiwa berlangsung sekitar pukul 13.45 WIB, tak lama setelah acara resmi dibuka oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
Berdasarkan keterangan saksi mata, insiden bermula saat panitia membagikan suvenir yang dilempar ke arah penonton.
Ribuan orang yang duduk di tribun bergerak serentak berdiri dan mendesak ke depan untuk menangkap pemberian tersebut.
Perpindahan beban yang sangat besar dan mendadak membuat struktur bangunan tidak sanggup menahan tekanan, hingga bagian atas tribun langsung ambruk.
Sebelum runtuh, sejumlah pengunjung sempat menyadari bahwa bangunan itu sudah bergoyang-goyang saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, namun hal itu belum mendapat perhatian khusus dari petugas pengamanan.
Tribun yang ambruk tersebut merupakan konstruksi sementara, terbuat dari rangka besi baja bertingkat dengan alas tempat duduk berupa papan kayu, bukan bangunan permanen berbeton atau tembok.
Struktur tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter dengan tinggi 3,5 meter, terdiri dari delapan baris tempat duduk, dan bagian yang runtuh adalah baris kelima hingga kedelapan.
75 Korban Luka
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, saat memberikan keterangan pers memastikan jumlah korban yang dibawa ke fasilitas kesehatan berjumlah 75 orang.
“Sebagian besar mengalami luka memar, lecet, dan syok, semuanya dalam kondisi stabil. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa,” ujarnya.
Para korban dilarikan ke RSUD Prof. Margono Soekarjo, RS Tingkat IV Wijayakusuma, RS Elisabeth, RS Orthopaedi, dan RS Ananda untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas kepolisian dari Polresta Banyumas bersama tim keselamatan kerja segera menutup lokasi kejadian dan menghentikan seluruh rangkaian acara.
Kapolresta Banyumas menyatakan tim penyelidikan sedang memeriksa panitia pelaksana, penyedia jasa konstruksi tribun, serta meneliti dokumen kelayakan bangunan dan batas kapasitas jumlah penonton yang diizinkan.
“Kami akan telusuri apakah ada kelalaian dalam perhitungan struktur, pemasangan penyangga, atau pengaturan keamanan penonton,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya standar keselamatan ketat untuk setiap bangunan sementara di acara massa.
Pemerintah daerah telah memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap izin dan kelayakan seluruh sarana penunjang kegiatan di wilayah Banyumas, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.**

















