Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Sutrimo Orang Kepercayaan Keluarga Febrie Adriansyah, Meninggal Mendadak Keluar Cairan dari Mulut dan Hidung

badge-check


					Sutrimo, pria kepecayaan keluarga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, mendadak neningal dunia, Minggu dini hari, 26 Juli 2026. Foto: instagram@badanperwakilannetizen Perbesar

Sutrimo, pria kepecayaan keluarga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, mendadak neningal dunia, Minggu dini hari, 26 Juli 2026. Foto: instagram@badanperwakilannetizen

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Kabar duka sekaligus kejanggalan menyelimuti wafatnya Sutrimo, orang kepercayaan yang menjabat sebagai Kepala Urusan Rumah Tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.

Almarhum dilaporkan meninggal dunia secara mendadak dan dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan, dini hari Minggu, 26 Juli 2026.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun pihak rumah sakit terkait penyebab pasti kematiannya.

Berdasarkan keterangan keluarga dan informasi yang beredar, beberapa jam sebelum ditemukan tak sadarkan diri, Sutrimo sempat menelepon kerabat dan mengeluhkan rasa sakit yang dirasakannya.

Ketika ditemukan, kondisi tubuhnya sudah lemah dengan cairan keluar dari mulut dan hidung.

Persoalan lain muncul,  ambulans yang menjemput dikelola oleh pihak yang tidak dikenal keluarga, dan penanggung jawab administrasi di rumah sakit adalah ajudan pribadi Febrie Adriansyah.

Keluarga mengungkapkan kesedihan sekaligus kekhawatiran mendalam. Diceritakan bahwa semasa bekerja, almarhum pernah berselisih paham terkait penugasan di wilayah Jambi, serta adanya janji penyelesaian hak yang belum pernah ditepati hingga akhir hayat.

“Beliau selalu merasa cemas dan takut, namun tidak pernah berdamai dengan persoalan itu,” ujar salah satu kerabat.

Hingga saat ini, barang-barang pribadi almarhum seperti telepon genggam, kartu ATM, dan dompet belum diserahkan kembali kepada keluarga sah.

Peristiwa ini memicu gelombang pertanyaan di tengah masyarakat, terlebih terjadi bersamaan dengan proses hukum besar yang sedang dijalani Febrie Adriansyah.

Berbagai elemen meminta Kepolisian Resor Jakarta Selatan segera membuka penyelidikan transparan, mulai dari pemeriksaan kondisi jenazah, rekaman perjalanan, hingga pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian sejauh ini baru mengonfirmasi telah menerima laporan dan sedang melakukan pemeriksaan awal di lokasi serta koordinasi dengan tim medis.

“Kami belum bisa menyampaikan kesimpulan apapun sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar. Segala kemungkinan masih kami telusuri,” kata salah satu petugas yang enggan disebut namanya.

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara objektif tanpa ada tekanan pihak manapun, agar kebenaran dapat terungkap dan hak almarhum serta keluarga mendapatkan keadilan yang semestinya.

Kronologi

1. Beberapa jam sebelum kejadian: Sutrimo menelepon kerabat dan mengeluh sedang merasa sakit.
2. Dini hari Minggu 26 Juli 2026: Ditemukan tidak sadarkan diri di kediaman Febrie Adriansyah, Jakarta Selatan.
3. Segera setelah ditemukan: Dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring oleh pihak yang tidak dikenal keluarga; dinyatakan meninggal saat tiba atau sesampainya di rumah sakit.
4. Penanganan awal: Administrasi rumah sakit ditandatangani oleh ajudan Febrie Adriansyah; keluarga baru mengetahui kabar ini setelah jenazah sudah berada di rumah sakit.
5. Pasca kejadian: Keluarga mengajukan pertanyaan terkait penyebab kematian, barang pribadi yang belum dikembalikan, serta riwayat perselisihan yang pernah terjadi.
6. Perkembangan saat ini: Belum ada hasil resmi otopsi maupun pernyataan kepolisian; pihak berwajib menyatakan masih menelusuri segala kemungkinan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Gelar Tasyakuran, PT Jian You Indonesia Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Gambiran Mojoagung

26 Juli 2026 - 20:45 WIB

Terbakar Hebat Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi: 70 Rumah Hangus 420 Jiwa Ditampung di Masjid

26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Anti-Kriminalitas Berhadiah Hingga Rp50 Juta: Yusril Kritisi Sayembara Dedi Mulyadi

26 Juli 2026 - 18:03 WIB

Jubir IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Ditemukan Meninggal di Rusun ASN

26 Juli 2026 - 13:30 WIB

Lira Datangi Kejari, Tanya Kelanjutan Hasil Pemeriksaan Kas Kosong KPRI Sejahtetara Jombang

26 Juli 2026 - 11:22 WIB

Menelisik Akar Terorisme (41): Roma Menyerah pada Pesona Kebencian

26 Juli 2026 - 09:02 WIB

BPBD Jombang Raih Juara I Resilient Marathon dan Penanggulangan Bencana Jatim 2026

25 Juli 2026 - 13:25 WIB

Kas KPRI Jombang Kosong, Aan Anshori Desak Bupati Warsubi Lindungi ASN Anggota Koperasi

25 Juli 2026 - 11:39 WIB

Tim Tabur Meringkus Asep Jamaluddin Saat Transaksi di BCA Jakarta, Penipuam Umrah dan Haji Rp15 M di Pontianak

25 Juli 2026 - 10:07 WIB

Trending di News