Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Limbah Tahu Jogoroto Buat Mual Warga dan Ponpes Darul Ulum: Belum Ada Dana Bangun IPAL

badge-check


					Sudah terjadi lebih 10 tahun, limbah produksi tahu di wilayah Jogoroto, membuat cemaran air dan bau busuk di sungai Rejoso. Foto: instagram@jombanginformasi Perbesar

Sudah terjadi lebih 10 tahun, limbah produksi tahu di wilayah Jogoroto, membuat cemaran air dan bau busuk di sungai Rejoso. Foto: instagram@jombanginformasi

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG  – Keluhan warga dan santri Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan kembali mencuat, saat musim kemarau selalu hirup udara menyebabkan hidung tersengat bau busuk, akibat limbah produksi tahu.

Musim kemarau yang membuat debit air sungai mengecil, membuat bau limbah pabrik tahu yang dialirkan ke Sungai Rejoso semakin menyengat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Keluhan ini disampaikan lewat akun informasi warga @jombanginformasi_, yang menyatakan harapan warga agar persoalan ini segera dituntaskan namun hingga kini belum ada perubahan nyata.

Lokasi sumber pencemaran berasal dari sentra industri tahu di kawasan Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, dimana aliran airnya bermuara melewati area Peterongan, Jombang.

Koordinat lokasi terdampak utama berada di titik 7.5446 Lintang Selatan dan 112.2754 Bujur Timur.

Lebih 10 Tahun

Masalah ini sebenarnya sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun, namun dampaknya paling terasa saat musim kemarau seperti sekarang.

Saat air sungai sedikit, konsentrasi limbah organik sisa pengolahan tahu semakin pekat dan menimbulkan bau busuk yang mengganggu pernapasan.

“Setiap hari kami harus menghirup udara yang tidak sehat, padahal kami belajar dan beribadah di sini setiap saat,” ujar salah satu perwakilan santri yang enggan disebutkan namanya.

Belum Mampu Bangun IPAL 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Drs. H. Suyono, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah melakukan pemantauan berkala dan mengambil sampel air sungai.

“Kami sudah berkoordinasi dengan para pengusaha tahu, namun tantangannya adalah sebagian besar pabrik ini berskala rumah tangga, sehingga kemampuan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri terbatas,” ungkapnya.

Pemkab Jombang sejauh ini telah merencanakan pembangunan IPAL komunal yang akan digunakan bersama para pengusaha tahu, namun realisasinya masih tertunda kendala anggaran dan lokasi.

Langkah sementara yang pernah dilakukan antara lain pengerukan endapan lumpur limbah, sosialisasi ketat aturan lingkungan, dan penanaman tanaman penyerap polutan di sepanjang bantaran sungai.

Warga dan pengurus ponpes meminta Pemkab Jombang segera menepati komitmen penanganan tuntas.

“Kami tidak menuntut hal lain, hanya ingin udara bersih dan lingkungan sehat kembali seperti sedia kala. Jangan sampai janji hanya tertulis di atas kertas saja,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi terkait jadwal pasti penyelesaian IPAL komunal tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup berjanji akan kembali menggelar rapat koordinasi gabungan antara pengusaha, perangkat daerah, dan perwakilan warga terdampak dalam waktu dekat.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (40): Dracula Isap 650 Darah Gadis Belia

24 Juli 2026 - 19:01 WIB

Jamwas Rudi Margono Ancam Hadirkan Paksa Febrie Adriansyah jika Mangkir Lagi

24 Juli 2026 - 18:35 WIB

Perkuat Sinergitas, Empat Pilar Peradilan Pidana Jombang Gelar Olahraga Bersama

24 Juli 2026 - 17:31 WIB

Dea Arronoya Aksi Flexing, Ayahnya Dokter Nevirizal Ajukan Mundur dari Jabatan Asisten Bupati Gayo Lues

24 Juli 2026 - 16:40 WIB

KPK Menahan Tiga Kaki Tangan Anwar Sadat Anggota DPR RI, Kasus Ijon Hibah Pemprov Jatim Rp2 Triliun

24 Juli 2026 - 14:08 WIB

Demi Nyawa, Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah

24 Juli 2026 - 07:03 WIB

Kurun Waktu 11 Bulan: Dadan, Nanik Kini BGN Dikendalikan Sudaryono

24 Juli 2026 - 06:37 WIB

Warga Gresik Dihebohkan Munculnya Buaya 3 Meter di Aliran Bengawan Solo

24 Juli 2026 - 06:35 WIB

Antisipasi Disalahgunakan Polres Gresik Mitigasi Senjata Api Dinas Anggota

23 Juli 2026 - 11:05 WIB

Trending di Nasional