Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Rabu (22/7/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026. Nanik diminta tetap berkontribusi sebagai anggota Dewan Pengawas untuk menjaga keberlanjutan program.
Lulusan Terbaik IPB
Penunjukan Sudaryono bukan tanpa alasan. Sosok kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini memiliki rekam jejak kuat dalam pengelolaan anggaran besar, perbaikan tata kelola, dan ketahanan pangan nasional.
Saat menjabat Wakil Menteri Pertanian, ia turut mengawal pencapaian swasembada beras, jagung, gula, dan garam, serta berhasil menaikkan harga pembelian pemerintah gabah demi kesejahteraan petani.
Kementerian Pertanian pun meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK pada masa jabatannya.
Sebelumnya sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia, ia mencatat efisiensi keuangan hingga Rp4,1 triliun sekaligus menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen tanpa membebani APBN.
Memimpin Dewan Pengawas Bulog, stok cadangan beras nasional mencapai titik aman tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Keahlian mengatur rantai pasok dan keuangan ini dinilai sangat dibutuhkan untuk menjamin kelancaran Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau jutaan anak di seluruh Indonesia.
Dalam pernyataan pertamanya, Sudaryono menegaskan tidak akan mengubah arah kebijakan yang sudah dirintis, melainkan memperkuat pengawasan, transparansi, dan ketepatan sasaran.
“Kunci keberhasilan ada pada tata kelola bersih, pasokan yang terjaga, dan manfaat yang dirasakan merata,” ujarnya usai pelantikan.
Sementara itu, Nanik S Deyang yang berasal dari Madiun, Jawa Timur, menyatakan dukungan penuh kepada penerusnya.
“Saya yakin dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, BGN akan semakin kokoh melayani rakyat,” ucap Nanik yang kini akan fokus menjalani pengobatan di luar negeri.
Kronologi
1. Masa Dadan Hindayana
– 19 Agustus 2024: Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala BGN pertama saat lembaga baru dibentuk .
– 3 Juni 2026: Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana beserta dua wakilnya; Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan barang/jasa terkait Program Makan Bergizi Gratis.
– Jarak waktu jabatan: Sekitar 10 bulan.
2. Transisi ke Nanik S Deyang
– 2 Juni 2026: Diumumkan penunjukan Nanik S Deyang (sebelumnya Wakil Kepala BGN) sebagai pengganti .
– 8 Juni 2026: Nanik S Deyang resmi dilantik sebagai Kepala BGN definitif.
– Masa jabatan: Hanya berlangsung kurang dari 45 hari.
– 22 Juli 2026 Pagi: Nanik menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi kepada Presiden dengan alasan kesehatan (perlu pengobatan jantung di luar negeri); Presiden menyetujui sekaligus menugaskannya menjadi anggota Dewan Pengawas BGN .
– Jarak waktu pergantian Dadan–Nanik: Sekitar 5 hari dari pencopotan hingga pelantikan definitif.
3. Transisi ke Sudaryono
– 22 Juli 2026 Siang: Menteri Sekretaris Negara mengumumkan Presiden menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala BGN baru .
– 22 Juli 2026 Pukul 15.00 WIB: Sudaryono resmi dilantik di Istana Negara; ia melepas jabatan Wakil Menteri Pertanian agar fokus penuh memimpin BGN .
– Jarak waktu pergantian Nanik–Sudaryono: Kurang dari 8 jam sejak pengumuman pengunduran diri hingga pelantikan tuntas .
Jarak Waktu Keseluruhan: Dadan → Nanik: Berlaku sekitar 5 hari transisi, menjabat sekitar 1,5 bulan
– Nanik → Sudaryono: Tuntas dalam kurang dari satu hari
– Total tiga pimpinan dalam kurun waktu sekitar 11 bulan sejak lembaga berdiri .**

















