Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

2 Tewas 14 Luka-luka Sugeng Rahayu VS Truk di Paron Nganjuk, Aipda Sutrisno Selamatkan Ibu dan Bayinya

badge-check


					Posisi bus PO Sugeng Rahayu masuk ke sungai setelah bertabrakan lawan truk Fuso, di sekitar jembatan Bagor, Nganjuk, Sabtu  4 Juli 2926. Foto: instagram@kabarbaikdotco Perbesar

Posisi bus PO Sugeng Rahayu masuk ke sungai setelah bertabrakan lawan truk Fuso, di sekitar jembatan Bagor, Nganjuk, Sabtu 4 Juli 2926. Foto: instagram@kabarbaikdotco

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo 

KREDONEWS.COM, NGANJUK — Terdenfar dentuman benturan keras memecah kesunyian di Jembatan Paron, Kecamatan Bagor, Nganjuk, Sabtu (4/7/2026).

Bus Sugeng Rahayu yang membawa puluhan penumpang bertabrakan hebat dengan truk Fuso, memicu kepanikan yang meluas di kalangan warga maupun penumpang lainnya.

Benturan itu sangat dahsyat: sisi kanan bodi bus penyok parah, kaca samping hancur berkeping-keping, pintu darurat tersangkut tak bisa dibuka, sementara kabin truk hancur total dan muatan barang yang dibawa tumpah ke pinggir jalan.

Akibat peristiwa ini, 2 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, serta 14 lainnya mengalami luka ringan hingga berat dan segera dilarikan ke RSUD Dr. Soedono Nganjuk serta Puskesmas terdekat.

Di antara penumpang yang berusaha keluar dari bus, ada Sri Wahyuni (32 tahun) yang duduk memeluk erat bayinya yang baru berusia 8 bulan.

Ibu ini berangkat dari Surabaya, hendak pulang ke rumah orang tuanya di Kecamatan Gondang, Nganjuk untuk menghadiri acara keluarga. Kursi mereka berada tepat di sisi kanan yang paling parah rusak — saat benturan terjadi, keduanya terlempar keluar pembatas dan jatuh ke sungai yang arusnya cukup deras di bawah jembatan.

Aipda Sutrisno
Kabar ada korban tercebur seketika membuat warga dan petugas yang baru tiba semakin cemas. Tanpa menunggu perintah,

Aipda Sutrisno, yang akrab disapa Pak Tris dari Polsek Bagor, segera turun menuruni tebing setinggi lima meter, lalu berenang mendekati lokasi korban.

Seragam tetap rapi namun basah terkena percikan air sungai, sepatu penuh lumpur, namun matanya tak lepas mencari keberadaan ibu dan bayi itu di antara bebatuan.

Bersama warga yang turun membantu, Pak Tris berhasil mengangkat bayi terlebih dahulu ke tempat aman di pinggir sungai, lalu kembali membantu Sri Wahyuni yang sudah mulai lemas dan hampir hanyut.

Setelah keduanya naik ke atas jembatan, ia tak langsung beristirahat. Dengan hati-hati, ia menggendong tubuh mungil bayi itu masuk ke dalam ambulans, memastikan posisinya aman sebelum pintu ditutup petugas medis.

“Bayi itu sempat tercebur sungai. Kemudian ditolong bersama-sama oleh warga setempat, termasuk Pak Tris. Setelah dievakuasi, bayi itu digendong Pak Tris masuk ambulans menuju rumah sakit,” ungkap AKP Fajar Kurniadhi, Kasi Humas Polres Nganjuk.

Kini, berkat pertolongan sigap itu, kondisi Sri Wahyuni dan bayinya terus membaik. Ibu itu menderita luka memar dan syok berat, namun sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga, sementara sang bayi hanya mengalami luka ringan dan kini sudah kembali menyusu dengan tenang di ruang rawat inap.

Pak Tris sendiri mengaku tidak melakukan hal yang luar biasa. “Itu sudah tugas saya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Melihat ada nyawa dalam bahaya, tentu saja saya harus bergerak secepat mungkin,” ucapnya sambil tersenyum sederhana.

Di balik peristiwa memilukan itu, kisah di Jembatan Paron menjadi pengingat: di saat-saat tak terduga sekalipun, selalu ada tangan yang terulur, keberanian yang muncul, dan harapan yang tak pernah padam.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Black Out Enam Provinsi di Sumatera Negara Rugi Rp5 Triliun, Diduga Efek Pasokan Batubara Mutu Rendah

6 Juli 2026 - 21:36 WIB

40 Orang Gardupapak Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Jl. Hasyim Asy’ari Tetap Zona Kuning

6 Juli 2026 - 19:24 WIB

Polsek Perak Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

6 Juli 2026 - 19:17 WIB

Berangkat Naik Ojol, Nadira Az- Zahra Mahasiswi Telkom University Bandung Belum Ditemukan

6 Juli 2026 - 16:22 WIB

Menelisik Akar Terorisme (32): Diktator Kaum Proletariat

6 Juli 2026 - 15:07 WIB

Aturan Baru Hak Impor 3,12 Juta Ton Gula Rafinasi: SugarCo, PTN Rajawali dan Bulog

6 Juli 2026 - 12:08 WIB

Seorang Warga China Ikrar Mualaf Dipimpin Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik

5 Juli 2026 - 11:20 WIB

Tarsipan dan Sinto Rela Menyemir Hitam Tubuhnya untuk Meriahkan Sedekah Desa Plumbon Gambang

5 Juli 2026 - 11:00 WIB

Trending di News