Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Menelisik Akar Terorisme (21): Penjahat Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM– Shakespeare sendiri sangat berhati-hati dengan tindak kekerasan gerombolan pada era kekuasaan bangsawan.

Dari bukunya King Henry the Sixth, Part two to Coriolanus (Dari Raja Henry Keenam, Bagian Kedua hingga Coriolanus), dia merumuskan filosofi tentang penjahat, tetapi akhirnya mengutuknya lewat mulut Jack Cade, saat pemimpin pemberontak itu mengambil alih London pada 1450 dan memulai kampanyenya tentang terror pedesaan.

Cade: Pergi dan bakarlah Jembatan London, Dan jika mampu, bakarlah tuntas juga Menaranya … Runtuhkanlah Savoy.

Yang lain lagi bergeraklah menuju Gedung Pengadilan. Runtuhkan semua gedung itu… Bakarlah semua catatan tentang peristiwa itu.

Mulutku akan menjadi parlemen Inggris… Dan mulai sekarang semuanya harus sama.

Cade historis tidak berhasil dalam kampanye tanpa perusakan dan kesombongannya yang sia-sia. Namun di utara Inggris, William Wallace menjadi pahlawan abad pertengahan tentang perlawanan bangsa Scotkandia terhadap pemerintahan Inggris.

Seperti dinyanyikan oleh balada abad keenambelas: Tidak ada kisah yang dapat saya dengar,
Tentang John atau Robin Hood,
Atau juga tentang Wallace tetapi
Yang saya pikir tidak sepenuhnya baik.

Penjahat bersama kelompok perampoknya menjadi simbol perlawanan rakyat melawan penindasan asing.

Di Irlandia, sebagian memang demikian. Masyarakat nasionalis yang tumbuh dalam abad delapan belas adalah kelompok-kelompok teroris Katolik yang menentang minoritas Protestan Anglo-Irlandia yang berkuasa.

Kondisi masyarakat Katolik yang miskin sangat menyedihkan. Hukum yang keras menolak semua hak sipil mereka dan membiarkan mereka dikasihani para imigran, ketika setiap kata ‘para tuan tanah Irlandia’ memperlihatkan adanya pemerasan dan penindasan.

Di selatan, para petani tidak memiliki obat penawar bagi situasi keputusasaan mereka sehingga terpaksa berpantang makan kentang, kecuali minum minuman keras dan berkomplot menentang penguasa Inggris dan rezim mereka.

Bagaimanapun para petani di Ulster, di utara negeri itu, adalah Penentang yang berpindah dari Skotlandia. Mereka membenci Kaum Baptist lebih daripada membenci para tuan tanah mereka sendiri.

Seperti orang kulit putih miskin di negara-negara Amerika selatan bertoleransi kepada penanam kebun mereka karena membuat mereka merasa lebih bermartabat dari para budak kulit hitam, orang Ulster pun bertoleransi kepada tuan tanah karena membuat mereka merasa lebih unggul dibanding para tetangga mereka penganut Katolik. (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bantuan 9 Paket Senilai Rp1,48 M untuk Pengembangan Ayam Petelur Jombang

19 Juni 2026 - 13:29 WIB

Polisi Tahan Oknum Guru SMK di Pare, Pakai Akun Cewek untuk Berbuat Cabul kepada Siswanya

19 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

19 Juni 2026 - 05:14 WIB

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Siapkan Saldo Segini, Jakarta Surabaya Tanpa Diskon Libur Sekolah

18 Juni 2026 - 19:30 WIB

Wamenperin Ungkap Industri Kecil Belum Siap Ikut Wajib Halal Oktober

18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Dinsos Jombang Sosialisasi Pembinaan: Hadirkan Narasumber dari Kejaksaan Pendamping Hukum LKS/LKSA

18 Juni 2026 - 18:35 WIB

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

Trending di News