Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Jangan Sampai Sidoarjo Darurat HIV- AIDS, Syaifuddin: Tiap Bulan Tambah 50 Kasus Baru

badge-check

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SIDOARJO— Berdasarkan data Dinas Kesehatan, per Desember 2025 tercatat 6.914 kasus HIV‑AIDS, dan per April 2026 naik menjadi 7.129 kasus.

Artinya ada penambahan sekitar 200 kasus baru dalam 4 bulan. Karena kenaikan terus terjadi, kami tetapkan Sidoarjo sebagai Kabupaten Darurat HIV‑AIDS.”

Kalimat tegas itu disampaikan langsung Ketua Komisi D, DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Moh. Syaifuddin, S.H. kepada wartawan, Kamis, 4 Juni 2026, usai memimpin rapat dengar pendapat bersama Dinas Kesehatan di gedung DPRD Sidoarjo.

HIV kepanjangannya Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh melawan penyakit.

Sedangkan AIDS kepanjangannya Acquired Immunodeficiency Syndrome, yaitu tahap paling lanjut dari infeksi HIV, di mana sistem imun sudah sangat lemah sehingga mudah terserang penyakit berat; HIV adalah virusnya, AIDS adalah kondisi penyakitnya.

Dia menyebutkan bahwa kasus terbanyak adalah Krian dan Porong, “Saya minta, agar Dinkes melakukan mapping lebih tajam, agarbkita bisa menganalisis penanganan lebih lanjut,” kata Syaifuddin.

Fakta dan Data

  • Jumlah kasus Desember 2025: 6.914 orang
  •  Jumlah kasus April 2026: 7.129 orang
  • Penambahan kasus baru: ± 200 kasus (4 bulan)
  •  Status baru: Darurat HIV‑AIDS
  • Lokasi: Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo

Sumber Data: Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo

“Angkanya nyata dan naik terus. Ini peringatan keras bagi kita semua. Penularan masih terjadi, kasus baru masih banyak ditemukan. Oleh karena itu, Komisi B bersama pemerintah daerah sepakat menetapkan status darurat,” kata wakil rakyat itu.

“Artinya penanganan harus lebih cepat, anggaran diprioritaskan, dan sosialisasi digencarkan sampai ke desa‑desa. Jangan ada lagi yang merasa malu untuk memeriksakan diri, karena makin cepat diketahui makin mudah ditangani.” tegas H. Moh. Syaifuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Budi Santoso, M.Kes. membenarkan data tersebut.

“Data valid kami per April 2026 adalah 7.129 kasus kumulatif. Sebagian besar kelompok usia produktif. Kami berikan pengobatan gratis, tantangan terbesar masih stigma masyarakat yang membuat banyak enggan tes. Dengan status darurat, kami harap jangkauan pelayanan makin luas dan masyarakat makin sadar.”

Status darurat ini menjadi dasar langkah pemerintah daerah dan DPRD untuk mempercepat berbagai program penanggulangan, pencegahan, dan pengobatan agar angka penularan bisa segera ditekan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Antisipasi Disalahgunakan Polres Gresik Mitigasi Senjata Api Dinas Anggota

23 Juli 2026 - 11:05 WIB

Polres Gresik Raih Juara 2 Patroli Harkamtibmas Terbanyak Samapta Polda Jatim

23 Juli 2026 - 11:04 WIB

Pemkab Gresik Bantu Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni Warga Miskin

23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (39): Frankenstein dari Gunung Liar Swiss

23 Juli 2026 - 05:37 WIB

Polres Jombang Berikan Beasiswa Putra-Putri Pegawai Negeri Pada Polri Berprestasi

22 Juli 2026 - 15:01 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Berobat Sakit Jantung ke Luar Negeri

22 Juli 2026 - 08:58 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Trending di News