Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

3 Warga Jombang Tewas Tersengat Listrik di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Duka Rp 50 Juta/ Orang

badge-check


					Petugas kesehatan tengah melakukan evakuasi terhadap pekerja budaya sisingan dari Jombang, tewas terkena sengatan listrik. Foto: i-News Perbesar

Petugas kesehatan tengah melakukan evakuasi terhadap pekerja budaya sisingan dari Jombang, tewas terkena sengatan listrik. Foto: i-News

Penulis: Mayang K. Mahardhika |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BEKASI – Kabar duka dan keprihatinan mendalam menyelimuti Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Tiga warga asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia secara tragis akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi saat sedang bekerja dalam rombongan kesenian tradisional Sisingaan di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kejadian ini langsung mendapat respons cepat dan perhatian penuh dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berjanji memberikan santunan duka sebagai wujud kepedulian kemanusiaan tanpa batas wilayah.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, di Kampung Cibeureum, RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Saat itu, rombongan kesenian Sisingaan atau yang dikenal juga dengan sebutan Odong‑odong sedang berkeliling mengarak perlengkapan pertunjukan di jalanan.

Di tengah perjalanan, gerobak besi yang digunakan untuk mengangkut alat musik dan pengeras suara secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik tegangan tinggi yang terpasang agak rendah dan menjuntai ke bawah.

Akibat sentuhan itu, arus listrik besar langsung merambat ke seluruh bagian besi gerobak dan mengenai seluruh awak rombongan yang sedang mendorong dan berjalan di dekatnya.

Sebanyak 5 orang terkena sengatan hebat. Tiga di antaranya meninggal dunia seketika di lokasi kejadian, sementara 2 lainnya menderita luka bakar serius dan kini menjalani perawatan intensif di RS Radjak Cibeureum.

Identitas

Dari data yang dihimpun, ketiga korban yang meninggal adalah warga asli Kabupaten Jombang yang merantau dan bekerja sebagai pekerja seni musiman di wilayah Jawa Barat. Identitas lengkap dan alamat asal mereka adalah:

  • Galan (18 tahun), Desa Gondang Manis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang
  • Juhan (20 tahun)  Desa Sumber Agung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang
  • Rinto (29 tahun) Desa Plosokerep, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang

Mereka bertiga diketahui pergi merantau demi mencari nafkah dan membantu perekonomian keluarga di kampung halaman, namun musibah tak terduga harus merenggut nyawa mereka di tanah perantauan.

Santunan Rp50 Juta/ Korban

Mendengar kabar duka ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengambil langkah tegas.

Melalui akun media sosial resminya @dedimulyadi71, beliau menuliskan pesan yang menyentuh hati:

“Semoga semua korban mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin lebih sedikit.”

Dedi Mulyadi menegaskan, musibah dan kemanusiaan tidak mengenal batas administrasi atau asal daerah.

Meski korban adalah warga Jombang, Jawa Timur, bagi Pemprov Jawa Barat mereka tetap saudara yang harus dibantu.

Dedi memerintahkan jajaran terkait untuk segera menyiapkan dan menyerahkan Santunan Duka sebesar Rp50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah) untuk setiap keluarga korban.

Bantuan ini diserahkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menanggung seluruh biaya pemulangan jenazah ke kampung halaman di Jombang agar dimakamkan secara baik dan layak.

“Saya tidak membedakan warga Jawa Barat atau warga luar. Kalau ada musibah di wilayah saya, saya yang bertanggung jawab. Mereka pergi mencari rezeki, malah mendapat musibah. Tugas kami adalah memelihara dan membantu,” tegas Dedi Mulyadi.

Langkah cepat dan kebijakan humanis ini kembali menuai pujian luas dari masyarakat, yang menilai Dedi Mulyadi benar‑benar hadir menjadi pelindung bagi siapa saja yang berada di wilayah Jawa Barat, tanpa memandang asal usul.

Hingga saat ini, jenazah ketiga korban masih disemayamkan di rumah duka di Bekasi sebelum dipulangkan ke Jombang dengan didampingi perwakilan pemerintah daerah.

Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan yang besar.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sopir Mengantuk Tabrak Truk di KM 687 Sumo: 4 Penumpang Tewas, 7 lukaluka

12 September 2026 - 12:54 WIB

Petani Lapor Sulit Mendapat Pupuk Subsidi, Menteri Amran Langsung Copot Manajer Gudang Banggai

11 September 2026 - 19:29 WIB

Investasi Jatim Turun 2,6%, Apindo Soroti Kepastian Berusaha

11 September 2026 - 18:59 WIB

Keracunan Massal Pindah ke Lombok Tengah: 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang

11 September 2026 - 17:14 WIB

Lamaran Ditolak, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik 5 Tahun Baru Terkuak

11 September 2026 - 11:34 WIB

Zulhas: MBG, Kita Akui Gagal! Sabar, Kita Perbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 10:54 WIB

Sayembara Bukti Ijazah Gibran Berhadiah Rp10,28 M Ditutup, Denny Indrayana: Dilanjut Gugatan ke MK

11 September 2026 - 09:58 WIB

SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung dan Botol, Belum Dipastikan Milik 5 Jurnalis dan 3 Kru Liputan Anak Krakatau

10 September 2026 - 21:46 WIB

Tim SAR Gabungan temulan satu jaket pelampung dan botol putih, tetapi belum bisa dipastikan yang dikenakan para jurnalis, Rabu 10 September 2026. Foto: okezone

Salah Injak Pedal: Alphard Santap 3 Mobil, 11 Motor, dan Rombong Bakso di Sukolilo

10 September 2026 - 03:46 WIB

Trending di News