Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Diduga Isap Gas CO2, Empat Orang Sekeluarga Tewas Dalam Tenda Glamping di Temanggung

badge-check


					Petugas melakukan evakuasi 4 jasad sekeluarga yang ditemukan di dalam tenda glamping, di kawasan wisata Temanggung, Jateng, Rabu 27 Mei 2026. Foto: ist Perbesar

Petugas melakukan evakuasi 4 jasad sekeluarga yang ditemukan di dalam tenda glamping, di kawasan wisata Temanggung, Jateng, Rabu 27 Mei 2026. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TEMANGGUNG- Empat orang satu keluarga lengkap asal Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan tewas bersamaan di dalam tenda glamping kawasan Taman Wisata Alam Posong, Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu sore (27/5/2026).

Keempat korban adalah Muhamad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua putra mereka Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16).

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan polisi mengerucut pada dugaan kuat: keracunan gas karbon monoksida sisa pembakaran bahan bakar barbeku yang dilakukan korban di dalam atau terlalu dekat dengan tenda tertutup.

Polisi tidak ditemukan tanda kekerasan, perkelahian, atau indikasi tindak pidana lain pada keempat jenazah.

Alamat fusun Temenggungan, Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang

Kejadian

Selasa, 26 Mei 2026, pukul 22.00 WIB: Keluarga tiba di lokasi wisata mengendarai mobil Honda Jazz putih Nopol H 1609 PT, mendaftar dan menempati salah satu unit tenda glamping.

Rencana menginap 1 malam, check-out Rabu siang pukul 11.45 WIB.

Pada hari Rabu,  27 Mei 2026, pukul 11.45 WIB: Petugas wisata memanggil dan mengingatkan waktu pengembalian tenda, namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam tenda.

Diulangi berkali-kali hingga siang, tetap hening .

Rabu, 27 Mei 2026, pukul 15.30–15.45 WIB: Karena khawatir, petugas membuka pintu tenda.

Ditemukan keempat anggota keluarga sudah meninggal dunia, posisi tidur berbaring, tubuh mulai kaku, tidak ada luka luar, tidak ada luka.

Rabu malam – Kamis pagi: Jenazah dibawa ke RSUD Temanggung untuk proses identifikasi dan autopsi lengkap. Polisi melakukan olah TKP ketat, mengamankan semua barang bawaan, sisa makanan, alat masak, dan perlengkapan bakar-bakar milik korban.

Keterangan Polisi

“Dari olah tempat kejadian, tidak ada tanda-tanda kekerasan, perkelahian, atau benda tajam.”

“Kami menemukan sisa pembakaran dan peralatan barbeku. Dugaan sementara paling kuat: gas hasil pembakaran tidak sempurna terperangkap di dalam tenda yang tertutup rapat, terhirup korban, dan menyebabkan kematian mendadak,” ungkap Iptu I Komang Mahendra Deputra, Kasat Reskrim Polres Temanggung, Kamis pagi.

“Semua barang bukti, sisa makanan, dan sampel jaringan tubuh sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jateng untuk hasil pasti. Hasil autopsi awal: warna darah kemerahan terang, ciri khas keracunan karbon monoksida,” tambahnya.

Perkembangan

Sebelumnya, keluarga ini datang sendiri, berangkat sehat, tidak ada riwayat sakit berat, tidak ada konflik.

Tetangga dan keluarga besar di Ambarawa menyebut mereka keluarga baik, harmonis, dan baru pertama kali berlibur ke sana.

Di lokasi, polisi menemukan sisa arang/briket yang belum habis, serta wadah makanan.

Diduga mereka memasak/membakar makanan di dalam tenda atau tepat di depan pintu yang tertutup, sehingga asap dan gas beracun tidak keluar, malah masuk dan menumpuk di ruang sempit tenda.

Lokasi berada di ketinggian, udara dingin, tenda ditutup sangat rapat agar hangat → gas terperangkap total.

Sudah diperiksa 4 saksi (petugas wisata, pengelola, warga sekitar). Belum ditemukan kelalaian pengelola wisata sejauh ini; korban membawa sendiri peralatan masak dan melakukan kegiatan itu atas kemauan sendiri. Pengelola mengaku sudah memberi petunjuk keselamatan standar .

Hasil awal sementara: tidak ada racun makanan, tidak ada zat kimia berbahaya. Semua mengarah pada kematian akibat kekurangan oksigen & keracunan gas karbon monoksida.

Penangan Jenazah
Jenazah akan diserahkan ke keluarga besok pagi Jumat, 29 Mei 2026, setelah hasil akhir lengkap keluar.

Rencananya dimakamkan di kampung halaman Desa Panjang, Ambarawa, Semarang.

Bahaya Asap

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi penggemar wisata alam dan berkemah. Gas karbon monoksida (CO) tidak berwarna, tidak berbau, tidak terasa, tapi mematikan. Sumber: pembakaran arang, kayu, kompor, briket, rokok di ruang tertutup.

Gejala awal: pusing, mual, lemas, ngantuk → lalu pingsan & meninggal tanpa sadar. Di dataran tinggi yang dingin, orang cenderung menutup rapat tenda, risiko makin besar.

Polisi dan Dinas Pariwisata Jateng akan segera mengeluarkan imbauan ketat ke seluruh lokasi wisata glamping agar melarang keras aktivitas memasak/membakar di dalam atau dekat tenda, serta memasang peringatan bahaya gas.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Antisipasi Disalahgunakan Polres Gresik Mitigasi Senjata Api Dinas Anggota

23 Juli 2026 - 11:05 WIB

Polres Gresik Raih Juara 2 Patroli Harkamtibmas Terbanyak Samapta Polda Jatim

23 Juli 2026 - 11:04 WIB

Pemkab Gresik Bantu Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni Warga Miskin

23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (39): Frankenstein dari Gunung Liar Swiss

23 Juli 2026 - 05:37 WIB

Polres Jombang Berikan Beasiswa Putra-Putri Pegawai Negeri Pada Polri Berprestasi

22 Juli 2026 - 15:01 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Berobat Sakit Jantung ke Luar Negeri

22 Juli 2026 - 08:58 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Trending di News