Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Sinergi Efektif Kemiskinan Ekstrem Jatim Terendah Nasional

badge-check


					Gubernur Jatim, Indar Parawansa Perbesar

Gubernur Jatim, Indar Parawansa

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Berdasarkan data Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) per 28 April 2026, angka kemiskinan ekstrem Jawa Timur turun menjadi 0,29 persen pada 2025.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, kemiskinan ekstrem Jatim tersebut tercatat di bawah rata-rata nasional yang menyentuh angka 0,85 persen.

“Penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur saat ini berada di 0,29 persen, di bawah nasional sebesar 0,85 persen. Artinya intervensi tepat sasaran dan sinergi serta kolaborasi seluruh pihak berjalan efektif,” kata Khofifah di Surabaya, Senin (25/5/2026).

Apabila dilihat secara makro selama periode 2020–2025 kemiskinan ekstrem Jawa Timur tercatat menurun positif sebesar 4,26 persen poin. Capaian ini lebih signifikan dibanding penurunan nasional sebesar 3,05 persen.

Khofifah mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan arah pembangunan dan perlindungan sosial di Jawa Timur yang efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Menurut Gubernur Jatim, penurunan tersebut terjadi di tengah penyesuaian standar garis kemiskinan ekstrem global dari sebelumnya menggunakan indikator 1,99 dolar Amerika Serikat (AS) Purchasing Power Parity (PPP) menjadi 2,15 dolar AS PPP pada periode 2024–2025.

“Meski standar pengukuran kemiskinan ekstrem mengalami penyesuaian secara global, Jawa Timur tetap mampu menurunkan angkanya secara konsisten,” ucapnya.

Menurunnya angka kemiskinan ekstrem itu dapat dicapai karena selama ini Pemprov Jatim terus berupaya mengarahkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memperluas kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut, tercermin dari membaiknya indikator makro ekonomi Jawa Timur. Berdasarkan rilis BPS 5 Februari 2026, persentase penduduk miskin Jawa Timur pada September 2025 tercatat sebesar 9,30 persen, turun dibanding Maret 2025 yang mencapai 9,50 persen.

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur juga menurun. Berdasarkan data BPS per Februari 2026, TPT turun menjadi 3,55 persen dari sebelumnya 3,61 persen pada Februari 2025.

Di sektor ketenagakerjaan, peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen dari sebelumnya 5,87 persen pada Februari 2025.

“Bahkan lulusan SMK kini tidak lagi menjadi penyumbang tertinggi TPT di Jawa Timur. Ini menunjukkan kualitas lulusan SMK semakin meningkat serta semakin banyak terserap dunia kerja,” ujarnya.

Di sisi lain, struktur ekonomi Jawa Timur l ditopang kuat oleh sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan sebesar 18,77 persen, dan pertanian sebesar 10,51 persen. Jawa Timur juga menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian nasional sebesar 14,40 persen.

Meski begitu, Khofifah menegaskan penanganan kemiskinan ekstrem harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan secara nyata di masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya angka turun, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kehidupan yang lebih layak, akses pendidikan yang baik, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, pekerjaan yang layak, dan masa depan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Selat Bali

30 Juli 2026 - 18:54 WIB

Harga Komoditas Pangan Berisiko Naik karena El Nino

30 Juli 2026 - 18:33 WIB

Misi Dagang Jatim di Hong Kong Bukukan Kesepakatan Transaksi Rp12 Triliun

29 Juli 2026 - 19:38 WIB

BRI Tunjukkan Peran Motor Utama Pembiayaan Sektor Perumahan Nasional

29 Juli 2026 - 19:24 WIB

Tahun Depan Gaji Peserta Magang Nasional Bakal Naik

28 Juli 2026 - 19:45 WIB

Zulhas Bantah Ada Pengadaan Proyek Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T

28 Juli 2026 - 19:15 WIB

Trending di Nasional