Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Atap Ruang Kelas SMA 7 Mataram Ambrol, 4 Siswa Lukaluka

badge-check


					Penampakan atap kelas belahar DMAN 7 Mayram yang ambrol, saat jam istirahat, Selasa, 18 Mei 2026. Foto: IDNTimes Perbesar

Penampakan atap kelas belahar DMAN 7 Mayram yang ambrol, saat jam istirahat, Selasa, 18 Mei 2026. Foto: IDNTimes

Penulis: Eko Wienarto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MATARAM – Sebuah peristiwa mengerikan dan menyita perhatian terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Mataram, Selasa, 19 Mei 2026.

Gedung ruang kelas yang sedang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dikabarkan tiba-tiba rubuh, menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

Akibat kejadian nahas tersebut, tercatat sebanyak 4 orang siswa mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Keempat siswa yang mengalami luka-luka itu diantaranya:

1. Rina Amelia – Luka robek di bagian lengan dan lecet-lecet di kaki.
2. Dimas Pratama – Luka memar cukup parah di punggung dan bahu.
3. Sari Wulandari – Terkena benturan di kepala dan lecet di sekujur tubuh.
4. Bayu Saputra – Luka di kaki akibat tertimpa puing material dinding.

Keempatnya langsung ditangani tim medis dan petugas pertolongan pertama yang segera dikerahkan ke lokasi.

Hingga saat ini, kondisi keempat siswa dilaporkan stabil dan tidak mengancam nyawa, namun tetap dipantau secara ketat.

Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Mataram, Drs. H. Suwandi, saat ditemui di lokasi kejadian menyampaikan keterangannya dengan nada sedih namun tegas. Beliau menjelaskan kronologi kejadian dan langkah yang sudah diambil pihak sekolah:

“Kira-kira pukul 09.15 pagi tadi, saat kegiatan belajar sedang berlangsung, tiba-tiba kami mendengar suara derak keras, disusul runtuhnya sebagian struktur dinding dan atap ruang kelas tersebut,” tutur kepala sekolah, drs Suwandi.

“Kami langsung bergegas keluar dan mengevakuasi seluruh siswa. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun 4 anak kami mengalami luka-luka dan segera kami bantu penanganannya. Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan akan memastikan keselamatan seluruh warga sekolah adalah prioritas utama,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa gedung tersebut sebenarnya sudah cukup tua, namun selama ini rutin diperiksa dan dianggap masih aman digunakan.

Pihaknya langsung melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk pengecekan mendalam.

Guru yang saat itu sedang berada di dekat lokasi kejadian, Ibu Siti Aminah, S.Pd, menceritakan suasana mencekam saat peristiwa itu terjadi:

“Saya sedang mengajar di ruangan sebelah, tiba-tiba terdengar suara gaduh keras sekali, lalu teriakan anak-anak. Saya langsung lari ke luar dan melihat debu mengepul tinggi. Hati saya langsung copot, takut ada apa-apa. Untungnya reaksi anak-anak cukup cepat, mereka langsung berhamburan keluar. Namun sayang, ada 4 orang yang tertimpa puing-puing yang jatuh. Kami langsung bantu angkat dan berikan pertolongan secepat mungkin,” kenang Ibu Siti masih dengan napas tidak teratur.

Salah satu korban yang mengalami luka di lengan, Rina Amelia, menceritakan detik-detik mengerikan itu:

“Kami sedang duduk mendengarkan penjelasan guru, tiba-tiba dinding di sebelah saya bergetar lalu langsung ambruk. Saya sempat terkejut dan tidak sempat lari jauh, ada puing yang jatuh mengenai lengan saya. Rasanya sakit dan kaget sekali, tapi saya bersyukur masih bisa selamat dan teman-teman yang lain juga selamat. Kami semua sangat ketakutan,” ucap Rina sambil menahan sakit saat dibalut perban.

Sementara itu, Dimas Pratama yang mengalami luka memar di punggung juga bercerita:

“Saya duduk di bagian belakang, mendengar suara bunyi aneh. Kami sempat teriak memberi tahu teman, tapi belum sempat lari sepenuhnya, bagian atap bawah sudah jatuh,” katanya.

“Saya terjepit sedikit, tapi teman-teman langsung bantu tarik keluar. Punggung saya sakit sekali, tapi saya lega karena semua teman selamat meski ada yang luka,” ungkap Dimas.

Pihak sekolah langsung mengevakuasi seluruh siswa ke lapangan sekolah dan tempat yang lebih aman.

Kegiatan belajar mengajar pun terpaksa dihentikan sementara sampai ada kepastian keamanan struktur bangunan seluruh gedung sekolah.

Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga sudah tiba di lokasi untuk meneliti penyebab pasti keruntuhan dan memeriksa bangunan lain agar hal serupa tidak terulang.

Warga sekitar dan orang tua siswa mulai berdatangan ke lokasi untuk memastikan keadaan anak-anak mereka.

Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan pengecekan menyeluruh, agar fasilitas pendidikan benar-benar aman dan layak digunakan sebagai tempat menuntut ilmu. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Berobat Sakit Jantung ke Luar Negeri

22 Juli 2026 - 08:58 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

Trending di News