Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Bertemu Luhut, Kadin Minta Pemerintah Kasih ‘Napas’ untuk Dunia Usaha

badge-check


					Pengurus Kadin usai bertemu Luhut Perbesar

Pengurus Kadin usai bertemu Luhut

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengaku telah bertemu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mengusulkan sejumlah relaksasi kebijakan agar pelaku usaha mendapat ruang bernapas.

Anin menganalogikan, kondisi pelaku usaha saat ini seperti ayam petelur yang sedang stres. Hanya saja, pengusaha mengalami kondisi itu karena tekanan global, termasuk dampak perang dan lonjakan harga energi.

“Dan tadi juga pagi kami bertemu dengan Ketua DEN Pak Luhut. Kami mengatakan analoginya Pak ini kalau pengusaha itu ayam, ayam petelor. Ini lagi stres sejak perang, lagi takut,” kata Anin di Rakornas Kadin Bidang Dagang, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, yang dimaksud “napas” adalah kelonggaran kebijakan di berbagai sektor. Misalnya relaksasi kredit dengan skema pembayaran bunga lebih dulu, penangguhan pajak bahan bakar minyak (BBM), hingga pajak ekspor. Menurutnya, langkah-langkah itu bisa menjadi bantalan sementara agar pelaku usaha tetap bertahan.

“Napasnya ya berikanlah kelonggaran-kelonggaran disana sini. Misalnya relaksasi kredit, bayar bunga dulu. Tapi pokoknya bertahap. Lalu penangguhan pajak BBM. Lalu juga penangguhan pajak ekspor,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kadin juga menyoroti perlunya membuka sumbatan di sektor perdagangan dan industri. Beberapa di antaranya menyangkut kemudahan ekspor, kepastian perizinan seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), hingga penyesuaian aturan larangan dan pembatasan (lartas).

“Lalu juga kita ingin buka sumbatan. Supaya kita bisa istilahnya mulai sedikit ofensif,” kata Anindya.

“Dan tadi juga pagi kami bertemu dengan Ketua DEN Pak Luhut. Kami mengatakan analoginya Pak ini kalau pengusaha itu ayam, ayam petelor. Ini lagi stres sejak perang, lagi takut,” kata Anin di Rakornas Kadin Bidang Dagang, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, yang dimaksud “napas” adalah kelonggaran kebijakan di berbagai sektor. Misalnya relaksasi kredit dengan skema pembayaran bunga lebih dulu, penangguhan pajak bahan bakar minyak (BBM), hingga pajak ekspor. Menurutnya, langkah-langkah itu bisa menjadi bantalan sementara agar pelaku usaha tetap bertahan.

“Napasnya ya berikanlah kelonggaran-kelonggaran disana sini. Misalnya relaksasi kredit, bayar bunga dulu. Tapi pokoknya bertahap. Lalu penangguhan pajak BBM. Lalu juga penangguhan pajak ekspor,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kadin juga menyoroti perlunya membuka sumbatan di sektor perdagangan dan industri. Beberapa di antaranya menyangkut kemudahan ekspor, kepastian perizinan seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), hingga penyesuaian aturan larangan dan pembatasan (lartas).

“Lalu juga kita ingin buka sumbatan. Supaya kita bisa istilahnya mulai sedikit ofensif,” kata Anindya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Selat Bali

30 Juli 2026 - 18:54 WIB

Harga Komoditas Pangan Berisiko Naik karena El Nino

30 Juli 2026 - 18:33 WIB

Misi Dagang Jatim di Hong Kong Bukukan Kesepakatan Transaksi Rp12 Triliun

29 Juli 2026 - 19:38 WIB

BRI Tunjukkan Peran Motor Utama Pembiayaan Sektor Perumahan Nasional

29 Juli 2026 - 19:24 WIB

Tahun Depan Gaji Peserta Magang Nasional Bakal Naik

28 Juli 2026 - 19:45 WIB

Zulhas Bantah Ada Pengadaan Proyek Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T

28 Juli 2026 - 19:15 WIB

Trending di Nasional